MAKASSAR, UNHAS.TV - Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (KOSMIK Unhas) membekali mahasiswa baru dengan kemampuan berpikir kritis, riset, dan advokasi melalui Pra-FIGUR 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema See Differently, Think Critically ini berlangsung di Studio Maradeka Unhas TV, Makassar, 17–18 Oktober 2026. Event ini fokus pada keadilan sosial dan kesetaraan.
Pra-FIGUR merupakan tahapan kedua Sosialisasi Almamater mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.
Kegiatan ini menjadi persiapan sebelum mahasiswa baru mengikuti Forum Inisiasi Gerakan Unik dan Radikal (FIGUR), yang direncanakan berlangsung sekitar dua minggu setelah pembekalan.
Melalui tema tersebut, mahasiswa baru yang tergabung dalam angkatan Venthetal 2026 diajak melihat persoalan sosial dari sudut pandang yang lebih luas.
Mereka juga didorong untuk tidak menerima informasi begitu saja, melainkan memeriksa persoalan, memahami konteks, dan membangun argumentasi berdasarkan data.
Ketua Panitia FIGUR 2026, Aisyah Dwina Ahmad, mengatakan Pra-FIGUR dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan peserta dalam menyusun penelitian serta menghasilkan karya komunikasi.
Menurut Aisyah, terdapat empat materi utama dalam kegiatan tahun ini, yakni kesadaran sosial (social awareness), advokasi dan riset, kepenulisan dan kekaryaan komunikasi, serta pengenalan keadilan sosial dan kesetaraan (social justice and equality).

Ketua Panitia FIGUR 2026, Aisyah Dwina Ahmad. (Unhas TV / Venny Septiani)
“Jadi, kami mengajak mahasiswa baru, para Venthetal 2026, untuk melihat dari sudut pandang yang lebih luas dan berpikir lebih kritis terhadap kehidupan sosialnya,” kata Aisyah.
Ia menjelaskan, materi kesadaran sosial menjadi landasan awal agar mahasiswa mengenali persoalan di lingkungan sekitarnya.
Selanjutnya, materi advokasi dan riset diharapkan membantu peserta memahami cara mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, dan menyusun hasil kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Materi kepenulisan dan kekaryaan komunikasi melengkapi pembekalan tersebut. Peserta diharapkan mampu mengolah temuan menjadi karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dari Pembekalan Menuju Riset dan Aksi Sosial
Pra-FIGUR tidak berhenti pada penyampaian materi. Kegiatan ini menjadi tahap persiapan bagi mahasiswa baru untuk mengikuti seremonial FIGUR, ketika peserta direncanakan melakukan riset dan memaparkan hasil karya berdasarkan pembekalan yang telah diperoleh.
Ketua Angkatan Departemen Ilmu Komunikasi 2026, Sulhelmi Ahmad Fadhil, menilai kegiatan tersebut dapat memperluas pemahaman mahasiswa baru mengenai kesadaran sosial, riset, dan advokasi.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan tidak hanya menjadi pemahaman teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan yang saya inginkan adalah materi yang kami dapatkan hari ini tidak hanya tertanam pada hari ini juga, tetapi bisa diimplementasikan pada hari-hari selanjutnya,” ujar Sulhelmi.
Menurut dia, mahasiswa perlu menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketua Angkatan Departemen Ilmu Komunikasi 2026, Sulhelmi Ahmad Fadhil. (Unhas TV / Venny Septiani)
Kemampuan riset, misalnya, tidak cukup berhenti pada penyusunan laporan, tetapi perlu digunakan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan merumuskan persoalan secara lebih tepat.
Hal serupa berlaku bagi advokasi. Pemahaman terhadap masalah sosial dapat menjadi dasar untuk menyampaikan aspirasi, membangun argumentasi, dan mendorong perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan isu utama yang diangkat dalam Pra-FIGUR 2026, yakni keadilan sosial dan kesetaraan.
Kedua isu itu menuntut mahasiswa memahami persoalan masyarakat secara kontekstual, termasuk perbedaan akses, kesempatan, dan perlakuan yang dapat memengaruhi kehidupan sosial.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, kemampuan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab menghasilkan informasi dan karya komunikasi yang berpijak pada fakta.
Riset menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa gagasan yang disampaikan memiliki dasar yang jelas, sementara keterampilan menulis membantu menyampaikan temuan kepada khalayak.
Melalui Pra-FIGUR 2026, KOSMIK Unhas berharap mahasiswa baru mampu mengembangkan cara pandang yang lebih terbuka, meningkatkan kepekaan terhadap persoalan sosial, serta menghasilkan karya komunikasi berbasis riset.
Pembekalan ini menjadi langkah awal sebelum peserta memasuki tahapan FIGUR. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan, tetapi juga berkontribusi dalam merespons kebutuhan masyarakat.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
PRA-FIGUR - Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (KOSMIK Unhas) menggelar Pra-FIGUR 2026 di Studio Maradeka Unhas TV, Makassar, pada 17–18 Oktober 2026. Kegiatan ini untuk membekali mahasiswa baru melalui materi riset, advokasi, dan kesadaran sosial demi mendorong pemikiran kritis serta kepekaan terhadap masyarakat. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)




-300x169.webp)



