Budaya

Qari Internasional Iran Meriahkan Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta



Pada 16 Maret 2025, Masjid Istiqlal Jakarta menjadi saksi kebersamaan umat Islam dalam memperingati Nuzulul Quran. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Qari Internasional dari Iran, serta Duta Besar Republik Islam Iran, Dr. H.E. Mohammad Boroujerdi, dan Konselor Kebudayaan Kedutaan Iran, Dr. Muhammad Reza Ebrahimi. Credit: Imam Ghozali, Staf Kedutaan Republik Islam Iran.
Pada 16 Maret 2025, Masjid Istiqlal Jakarta menjadi saksi kebersamaan umat Islam dalam memperingati Nuzulul Quran. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Qari Internasional dari Iran, serta Duta Besar Republik Islam Iran, Dr. H.E. Mohammad Boroujerdi, dan Konselor Kebudayaan Kedutaan Iran, Dr. Muhammad Reza Ebrahimi. Credit: Imam Ghozali, Staf Kedutaan Republik Islam Iran.


Cinta Al-Qur'an Tanpa Batas

Kehadiran "Mahfel" di Masjid Istiqlal bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah perwujudan nyata dari kedekatan budaya dan spiritual antara masyarakat Indonesia dan Iran. Kecintaan terhadap Al-Qur'an menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan bahasa dan budaya.

Para bintang "Mahfel" dan qari internasional, dengan suara merdu dan kefasihan mereka dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an, berhasil menghipnotis para jamaah. Air mata haru dan kekaguman tak terbendung, mengalir di pipi para jamaah yang larut dalam keindahan lantunan ayat suci.


Ribuan santri dan masyarakat berkumpul di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah, Tangerang, pada 15 Maret 2025 untuk memperingati Nuzulul Quran. Acara ini semakin khidmat dengan kehadiran Qari Internasional dari Iran yang melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh kekhusyukan. Credit: Imam Ghozali, Staf Kedutaan Republik Islam Iran.
Ribuan santri dan masyarakat berkumpul di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah, Tangerang, pada 15 Maret 2025 untuk memperingati Nuzulul Quran. Acara ini semakin khidmat dengan kehadiran Qari Internasional dari Iran yang melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh kekhusyukan. Credit: Imam Ghozali, Staf Kedutaan Republik Islam Iran.


Lebih dari Sekadar Acara Keagamaan

"Mahfel" bukan hanya tentang lantunan ayat suci. Ini adalah tentang membangun jembatan persahabatan dan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Iran. Melalui Al-Qur'an, kedua bangsa ini saling belajar tentang nilai-nilai luhur Islam, tentang toleransi, perdamaian, dan kasih sayang.

Kehadiran "Mahfel" di Masjid Istiqlal juga menjadi momentum penting untuk memperkuat syiar Islam di Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, Al-Qur'an tetap menjadi pedoman hidup bagi jutaan umat Islam di Indonesia.

Kehadiran dua Qari Internasional dari Iran di Masjid Agung Al-Amjad (15/3) menjadi bukti bahwa Al-Quran adalah kitab yang menyatukan hati umat Islam di seluruh dunia. Dengan lantunan ayat-ayat suci, tak ada batasan bangsa, bahasa, atau budaya—semua bersatu dalam keindahan wahyu Ilahi. Credit: Imam Ghozali, Staf Kedutaan Republik Islam Iran.
Kehadiran dua Qari Internasional dari Iran di Masjid Agung Al-Amjad (15/3) menjadi bukti bahwa Al-Quran adalah kitab yang menyatukan hati umat Islam di seluruh dunia. Dengan lantunan ayat-ayat suci, tak ada batasan bangsa, bahasa, atau budaya—semua bersatu dalam keindahan wahyu Ilahi. Credit: Imam Ghozali, Staf Kedutaan Republik Islam Iran.


Harapan untuk Masa Depan

Kesuksesan "Mahfel" di Masjid Istiqlal menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap Al-Qur'an tidak mengenal batas negara dan budaya. Diharapkan, program-program serupa dapat terus digelar di masa depan, untuk mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Iran, serta untuk menyebarkan syiar Islam ke seluruh penjuru dunia.(*)