Nasional
Pendidikan

Rektor Unhas Dorong PTN-BH Rumuskan Regulasi Penjaminan Mutu yang Lebih Relevan

TEMU NASIONAL - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa saat hadir dalam Temu Nasional Ke-7 Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) PTN-BH, di Aston Makassar Hotel, 6–7 Agustus 2026. Forum ini membahas penguatan sistem penjaminan mutu. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dari berbagai wilayah Indonesia membahas penguatan sistem penjaminan mutu dalam Temu Nasional Ke-7 Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) PTN-BH, di Aston Makassar Hotel, 6–7 Agustus 2026.

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi implementasi instrumen akreditasi sekaligus menyusun rekomendasi terhadap regulasi penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menjelaskan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui sistem akreditasi.

Baik yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), maupun akreditasi internasional.

“Pertemuan ini membahas, mendiskusikan, dan mengusulkan kebijakan-kebijakan baru yang dibutuhkan untuk penguatan, perbaikan, dan peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui proses akreditasi, baik BAN-PT maupun LAM, termasuk akreditasi internasional,” ujar Prof. Jamaluddin.

Menurutnya, penyelenggaraan forum tersebut memberikan kesempatan bagi Unhas untuk memperkuat sistem penjaminan mutu melalui proses pembelajaran bersama perguruan tinggi lain yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan mutu dan akreditasi.

Ia menilai peningkatan kualitas perguruan tinggi memerlukan proses saling berbagi praktik baik agar strategi yang telah berhasil diterapkan di satu institusi dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lainnya.

“Saya meminta seluruh tim Unhas memaksimalkan proses pembelajaran. Kita harus belajar dari strategi yang dilakukan universitas lain agar seluruh program studi dapat mencapai predikat unggul. Belajar dari perguruan tinggi yang sudah berhasil jauh lebih efektif untuk meningkatkan capaian kita,” katanya.



TEMU NASIONAL - Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dari berbagai wilayah Indonesia hadir dalam Temu Nasional Ke-7 Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) PTN-BH, di Aston Makassar Hotel, 6–7 Agustus 2026. Forum ini membahas penguatan sistem penjaminan mutu. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Selain menjadi forum berbagi pengalaman, Temu Nasional JPM PTN-BH juga diarahkan untuk merumuskan rekomendasi terhadap berbagai regulasi penjaminan mutu yang sedang diterapkan pemerintah.

Prof. Jamaluddin berharap hasil diskusi seluruh peserta dapat menghasilkan usulan yang merepresentasikan kebutuhan perguruan tinggi sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan nasional.

“Harapan saya, suara dari seluruh PTN-BH dapat menghasilkan usulan konkret mengenai regulasi yang terbaik bagi perguruan tinggi sehingga pemerintah dapat mengadopsi pemikiran tersebut berdasarkan pengalaman perguruan tinggi sebagai pelaksana langsung berbagai kebijakan,” jelasnya.

Menurut rektor Unhas, forum ini menjadi ruang untuk membahas implementasi regulasi terbaru mengenai penjaminan mutu perguruan tinggi sekaligus mewadahi PTN-BH dalam menyampaikan berbagai masukan terhadap instrumen akreditasi yang saat ini digunakan sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan tinggi.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)