SELAYAR, UNHAS.TV - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc melakukan kunjungan ke Pulau Karang Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar, di sela agenda kunjungan kerjanya ke wilayah kepulauan tersebut, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung hamparan pasir timbul dan gugusan karang fosil yang menjadi daya tarik alam Pulau Bahuluang.
Lokasi yang dikenal masyarakat setempat sebagai “makam karang” itu memiliki bentang pasir timbul sepanjang kurang lebih 200 meter, dikelilingi pasir putih halus dan laut biru jernih.
Kawasan tersebut juga dikenal sebagai destinasi wisata bahari dengan aktivitas seperti berenang, snorkeling, hingga spot fotografi alam.
Rektor yang kerap disapa Prof JJ itu menjelaskan, kawasan tersebut menyimpan nilai ilmiah yang tinggi karena terbentuk dari kumpulan fosil karang purba yang telah berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun.
“Ini bukan karang-karang baru. Ini adalah karang-karang yang sudah terbentuk ratusan ribu bahkan mungkin jutaan tahun lalu. Fosil-fosilnya masih sangat utuh dan koralinya masih bisa kita lihat,” ujarnya.
Korali atau corallite pada karang merupakan struktur rangka keras berbahan kalsium karbonat yang dibentuk oleh satu polip karang. Struktur ini berfungsi sebagai tempat hidup sekaligus pelindung bagi tubuh lunak polip karang.
.webp)
PULAU BAHULUANG - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc melakukan kunjungan ke Pulau Karang Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (16/5/2026). Ia menyebut sisi menarik dari penelitian geologis. (Dok Humas Unhas)
Ia mengatakan, formasi karang di kawasan tersebut terbentuk secara unik akibat pertemuan arus laut dari beberapa titik yang kemudian membentuk gusung atau hamparan karang timbul di tengah laut.
Menurutnya, kondisi itu menjadikan Pulau Karang Bahuluang memiliki potensi besar sebagai lokasi penelitian geologi dan kelautan.
“Ini menjadi site yang cukup menarik dari sisi penelitian geologis karena banyak jenis karang masa lalu yang masih bisa ditemukan. Ini bisa dikemas menjadi laboratorium alam,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Prof JJ juga memperlihatkan sejumlah jenis karang fosil bercabang yang masih tampak jelas bentuk koralinya.
Ia menilai kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan pendidikan, riset, hingga wisata ilmiah berbasis kelautan di Kepulauan Selayar.
Sebelumnya, Rektor Unhas juga melakukan kunjungan ke Liang Lipang yang terletak tidak jauh dari Pulau Karang. Ia juga melakukan peletakan batu pertama mess Fakultas Vokasi Unhas Selayar bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain keindahan alamnya, Pulau Bahuluang juga memiliki cerita rakyat yang masih dipercaya masyarakat setempat.
Warga meyakini tumpukan karang mati di kawasan tersebut terbentuk akibat keberadaan gurita raksasa yang konon hidup di sekitar perairan desa.
Bahkan, beberapa warga mengaku pernah melihat pancaran cahaya misterius dari laut di sekitar Bahuluang pada malam hari.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
PULAU BAHULUANG - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc melakukan kunjungan ke Pulau Karang Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (16/5/2026). Ia menyebut sisi menarik dari penelitian geologis. (Dok Humas Unhas)








