Sport

Ronaldo Memburu Gol ke-1.000 Saat Portugal Memulai Era Baru Bersama Jorge Jesus

Cristiano Ronaldo menangis di lapangan setelah kekalahan dari Spanyol di pentas 16 besar Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)

LISBON, UNHAS.TV – Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian ketika Portugal bersiap menghadapi Wales dalam lanjutan UEFA Nations League 2026, Jumat (25/9/2026) dini hari.

Di usia 41 tahun, kapten Portugal itu belum menunjukkan tanda ingin meninggalkan panggung sepakbola internasional.

Ia justru datang dengan target baru: membawa negaranya mempertahankan gelar Nations League sekaligus mengejar catatan 1.000 gol sepanjang karier.

Ronaldo menyampaikan ambisinya tersebut dalam Portugal Football Summit di markas Federasi Sepak Bola Portugal, Rabu (23/9/2026), sehari sebelum pertandingan melawan Wales.

Di hadapan media, ia mengaku masih memiliki banyak hal yang ingin diberikan untuk tim nasional, terutama saat Portugal memasuki periode baru di bawah pelatih Jorge Jesus.

Jesus menggantikan Roberto Martinez setelah perjalanan Portugal di Piala Dunia berakhir mengecewakan.

Portugal tersingkir pada babak 16 besar setelah dikalahkan Spanyol, yang kemudian menjadi juara turnamen tersebut. Kini, Jesus mendapat tugas membangun kembali kekuatan Portugal dengan Ronaldo sebagai salah satu pemain utama.

“Tujuannya adalah mencapai keduanya, mencetak 1.000 gol dan membantu tim nasional memenangkan Nations League,” ujar Ronaldo.

Saat ini, Ronaldo telah mengoleksi 979 gol dalam karier profesionalnya. Sebanyak 833 gol dicetak bersama klub, sedangkan 146 gol lainnya lahir ketika mengenakan seragam Portugal.

Ia hanya membutuhkan 21 gol lagi untuk mencapai angka monumental yang selama ini menjadi target pribadinya.

Bagi Ronaldo, mencetak gol ke-1.000 bersama tim nasional akan menjadi pencapaian istimewa. Ia menyebut momen tersebut sebagai puncak dari perjalanan panjang yang telah ia jalani sejak memulai karier profesional lebih dari dua dekade lalu.

“Mencetak gol ke-1.000 untuk tim nasional akan menjadi puncak dari sesuatu yang indah. Itu bukan akhir cerita, tetapi akan menjadi bagian yang sangat indah dari perjalanan ini,” kata Ronaldo.

Meski demikian, Ronaldo menegaskan bahwa dirinya tidak terobsesi dengan angka tersebut. Ia mengatakan fokus utamanya tetap membantu Portugal meraih kemenangan di setiap pertandingan.

“Saya sudah mengatakan bahwa saya ingin mencapainya, dan saya akan mencapainya. Tetapi itu bukan obsesi. Yang penting adalah menikmati setiap hari,” ujarnya.

Babak Baru, Ronaldo Tetap Jadi Simbol Perubahan

Pembicaraan mengenai masa depan Ronaldo bersama tim nasional kembali muncul setelah kegagalan Portugal di Piala Dunia.

Namun, setelah berdiskusi dengan Federasi Sepak Bola Portugal dan Jorge Jesus, Ronaldo memilih melanjutkan pengabdiannya.

Menurut Ronaldo, keputusan bertahan bukan karena ambisi pribadi semata. Ia merasa masih mampu memberikan kontribusi di lapangan.



Cristiano Ronaldo menangis saat guggur dari Spanyol di Piala Dunia 2026. Ia masih punya mimpi untuk meraih kejayaan di di UEFA Nation League. (Screenshot The Sun)


“Mereka masih membutuhkan saya. Saya masih percaya bahwa saya bisa membantu tim nasional,” katanya.

Ia juga membuka kemungkinan untuk meninggalkan tim nasional jika suatu saat tidak lagi dipercaya pelatih atau merasa tidak mampu memberikan dampak positif.

“Jika pelatih tidak membutuhkan saya, saya bisa pergi hari ini. Tidak ada masalah. Ketika saya merasa tidak berkontribusi, tidak mencetak gol, atau tidak membantu tim, saya akan menjadi orang pertama yang pergi,” ujar Ronaldo.

Soal pensiun, Ronaldo tidak memberikan kepastian. Ia memilih menjalani kariernya tanpa menetapkan batas waktu yang kaku.

“Saya belajar sejak akhir usia 30-an untuk hidup pada saat ini dan tidak terlalu memikirkan hari esok. Apakah mungkin pensiun? Ya. Apakah sangat mungkin? Ya. Tetapi apakah itu akan terjadi? Saya tidak tahu,” tuturnya.

Ronaldo juga menanggapi kritik yang telah mengiringi perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan dirinya telah lama menjadi sasaran pemberitaan negatif, tetapi tetap mampu bertahan.

Menurut dia, berbagai kritik tidak mengubah keyakinannya untuk terus bermain. Ronaldo menyebut dirinya masih mampu melewati tekanan dan tetap tampil di level tertinggi.

Pertandingan melawan Wales menjadi salah satu langkah awal Portugal dalam mempertahankan statusnya sebagai juara Nations League.

Pada final edisi sebelumnya, Portugal meraih gelar kedua setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti dengan skor 5-3. Laga tersebut berakhir 2-2 setelah waktu normal, dengan Ronaldo mencetak gol yang membawa Portugal menuju babak adu penalti.

Dalam format terbaru Nations League, 16 tim terbaik dibagi ke dalam empat grup. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke perempat final yang berlangsung dua leg. Empat semifinalis kemudian tampil dalam turnamen Final Four pada Juni.

Pertemuan Portugal dan Wales kali ini juga mengingatkan publik pada duel besar satu dekade lalu. Kedua tim terakhir bertemu di semifinal Euro 2016.

Saat itu, Portugal menang 2-0 melalui gol Ronaldo dan Nani. Wales diperkuat Gareth Bale, mantan penyerang Real Madrid yang menjadi andalan utama mereka.

Kini, satu dekade setelah pertemuan tersebut, Ronaldo masih berada di panggung yang sama. Dengan usia yang terus bertambah dan angka 1.000 gol yang semakin dekat, kapten Portugal itu kembali membawa perhatian dunia.

Ada satu pertanyaan mengarah kepadanya, berapa lama lagi Cristiano Ronaldo akan terus menulis sejarah? (*)