Pendidikan

RS Unhas Resmikan Hearing and Balancing Center, Perkuat Layanan lewat Transformasi Digital



PERESMIAN - Direktur Utama RS Unhas Prof Andi Muhammad Ichsan (kiri) saat menghadiri peresmiaan Hearing and Balancing Center serta layanan digital RS Unhas di Auditorium RSP Unhas, Rabu (30/9/2026). Pengembangan layanan ini dilakukan untuk meningkatkan akses, efisiensi, integrasi, dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)


Bersamaan dengan peresmian Hearing and Balancing Center, RS Unhas meluncurkan sejumlah aplikasi dan sistem digital yang dirancang untuk mendukung pelayanan pasien dan pengelolaan rumah sakit.

Salah satunya adalah Unhas Care, aplikasi yang memberikan kemudahan bagi pasien untuk memperoleh informasi pelayanan. Melalui aplikasi tersebut, pasien dapat mengetahui jadwal berobat, hasil pemeriksaan laboratorium, hasil pemeriksaan medis, hingga informasi mengenai obat.

RS Unhas juga memperkenalkan Unhas Care Pro yang diperuntukkan bagi tenaga medis. Sistem itu memungkinkan tenaga kesehatan memantau jadwal praktik, jumlah pasien yang telah terdaftar, jadwal operasi, hingga sejumlah informasi pelayanan lainnya.

Ichsan mengatakan sistem tersebut juga dikembangkan untuk mendorong transparansi, termasuk dalam penyampaian informasi yang berkaitan dengan jasa medis.

Selain dua aplikasi tersebut, RS Unhas menerapkan Interprofessional Collaboration dan Interprofessional Education atau IPC-IPE.

Program ini ditujukan bagi peserta didik dari berbagai profesi yang menjalani praktik di rumah sakit agar proses pendidikan dan pelayanan dapat berlangsung secara terintegrasi.

Sementara Executive Dashboard dirancang sebagai pusat integrasi informasi dari berbagai aplikasi rumah sakit. Melalui sistem tersebut, direksi dan manajemen dapat memantau performa rumah sakit sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelayanan secara lebih cepat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBMMf Subsp OrtognatD yang meresmikan layanan tersebut, mengatakan pengembangan fasilitas kesehatan dan digitalisasi menjadi bagian dari komitmen RS Unhas untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Ruslin, kehadiran Hearing and Balancing Center memperkuat posisi RS Unhas dalam menyediakan pelayanan gangguan pendengaran dan keseimbangan di wilayah Indonesia Timur.

“Ini menjadi tanda dan komitmen Rumah Sakit Unhas untuk terus berbenah dan meningkatkan layanan kepada masyarakat,” kata Ruslin.

Ia mengatakan penerapan Unhas Care, Unhas Care Pro, IPC-IPE, dan Executive Dashboard juga diharapkan meningkatkan efisiensi aktivitas rumah sakit.

Digitalisasi, kata dia, memungkinkan informasi pelayanan diperoleh secara lebih aktual dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Digitalisasi memberikan informasi yang lebih up to date dan pada akhirnya membuat pelayanan semakin profesional,” ujarnya.

RS Unhas menargetkan pengembangan layanan unggulan dan sistem digital tersebut dapat menciptakan pelayanan yang lebih mudah diakses, terintegrasi, transparan, dan efisien.

Kehadiran Hearing and Balancing Center sekaligus menjadi bagian dari penguatan peran RS Unhas sebagai rumah sakit pendidikan yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi tempat pendidikan tenaga kesehatan dan pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi.

Melalui pengembangan layanan klinis dan transformasi digital secara bersamaan, RS Unhas berharap dapat memperkuat kapasitasnya sebagai salah satu pusat layanan kesehatan rujukan di kawasan Indonesia Timur.

(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)