MILAN, UNHAS.TV – Stadion legendaris San Siro di Milan, Italia, akan dirobohkan untuk memberi jalan bagi pembangunan stadion baru berkapasitas 71.500 penonton.
Keputusan AC Milan dan Inter Milan meninggalkan kandang mereka selama lebih dari 80 tahun itu memicu perdebatan di kalangan suporter.
Kedua klub Serie A tersebut memperkenalkan rancangan stadion baru bernama Generali Stadium. Stadion modern itu akan dibangun beberapa meter dari lokasi San Siro dan ditargetkan mulai digunakan pada 2031.
Rancangan yang diperkenalkan melalui video resmi kedua klub memperlihatkan perubahan arsitektur yang cukup mencolok.
San Siro selama ini dikenal dengan menara beton melingkar dan struktur baja berwarna merah. Stadion baru akan mengusung desain atap melengkung ganda serta rangka beton berbentuk huruf X.
Generali Stadium dirancang menampung 71.500 penonton, termasuk 13 ribu kursi premium. Dengan kapasitas tersebut, stadion ini diproyeksikan menjadi stadion terbesar kelima di Eropa setelah pembangunan selesai.
Hak penamaan stadion telah diberikan kepada perusahaan asuransi asal Italia, Generali. Kesepakatan kerja sama selama 20 tahun itu dilaporkan bernilai sekitar £540 juta.
Kedua klub juga merancang stadion tersebut sebagai pusat kegiatan di luar sepak bola. Fasilitasnya akan mendukung penyelenggaraan konser, peragaan busana, dan berbagai acara hiburan.
Rancangan video turut memperlihatkan kemungkinan pembangunan terowongan transparan yang memungkinkan suporter melihat pemain lebih dekat sebelum pertandingan.
Meski menawarkan fasilitas modern, rencana pembongkaran San Siro menuai reaksi beragam. Sejumlah suporter menyayangkan hilangnya stadion bersejarah yang menjadi bagian penting identitas sepak bola Milan.

Stadio San Siro akan dirobohkan dan diganti jadi Generali Stadium. (Screenshot The Sun)
Seorang suporter menyebut stadion baru itu berpotensi menjadi bangunan tanpa karakter. Suporter lain mengaku bersyukur pernah menyaksikan pertandingan langsung di San Siro sebelum stadion tersebut dihancurkan.
Komentar lain menyebut keputusan itu menyedihkan dan mengecewakan. Ada pula yang mempertanyakan hilangnya atmosfer khas stadion lama demi bangunan modern yang dinilai menyerupai pusat perbelanjaan.
Namun, tidak semua suporter menolak rencana tersebut. Sebagian menilai pembangunan stadion baru merupakan langkah yang diperlukan untuk mengikuti perkembangan sepak bola modern. Mereka juga mengapresiasi desain dan fasilitas yang ditawarkan.
Selama pembangunan berlangsung, San Siro tetap digunakan sebagai kandang kedua klub. Stadion tersebut menjadi markas bersama AC Milan dan Inter sejak puluhan tahun lalu.
Kedua klub berpeluang merayakan pengumuman proyek stadion baru dalam laga Derby della Madonnina pada Sabtu. Pertandingan antara dua rival sekota itu menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak bola Italia.
Bagi Milan, proyek ini menandai perubahan besar dalam sejarah sepak bolanya. Namun, bagi sebagian suporter, modernisasi tersebut harus dibayar dengan hilangnya salah satu stadion paling ikonik di Eropa. (*)
Stadion San Siro atau Geuseppe Meazza bakal diberi nama Stadion Generali. (Screenshot The Sun)








