PANGKEP,UNHAS.TV — Di tengah tantangan pemerataan layanan kesehatan yang masih dihadapi berbagai daerah di Indonesia, secercah harapan hadir di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, ketika Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Hasanuddin bersama Majelis Daerah KAHMI Kota Makassar, Minggu lalu, menyelenggarakan Bakti Sosial Kesehatan yang menghadirkan pelayanan medis, edukasi kesehatan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bagi masyarakat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Silaturahmi Idul Adha 1447 Hijriah tersebut tidak sekadar menghadirkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan warga hingga ke tingkat desa.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai pelosok Kecamatan Mandalle mulai berdatangan dengan penuh antusias untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang selama ini tidak selalu mudah dijangkau, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan spesialis.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk menjaga martabat dan kualitas hidup sesama manusia.
Ketua Panitia, H. Tamsil Linrung dalam sambutan mereka menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
H. Tamsil Linrung, yang juga dikenal sebagai Ketua Umum KAHMI Makassar, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai institusi pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan relawan yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta keahlian mereka untuk melayani masyarakat secara langsung.
Menurut Wakil Ketua DPD RI itu, kegiatan seperti ini merupakan contoh konkret bagaimana semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia masih hidup dan mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Tim dokter gigi, dokter gigi spesialis, tenaga kesehatan, dan mahasiswa profesi RSGMP Universitas Hasanuddin memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan hasil kolaborasi dengan MD KAHMI Kota Makassar di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut sejak dini. (Foto: Istimewa).
Sebagai salah satu mitra utama dalam kegiatan tersebut, RSGMP Universitas Hasanuddin menerjunkan tim dokter gigi, dokter gigi spesialis, tenaga kesehatan, serta mahasiswa profesi dokter gigi untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara langsung kepada masyarakat.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, konsultasi, tindakan perawatan sederhana, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut yang selama ini sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa penyakit gigi dan mulut masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia yang memengaruhi miliaran orang dan dapat berdampak terhadap kualitas hidup, produktivitas, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan apabila tidak ditangani dengan baik.
Di Indonesia sendiri, berbagai survei kesehatan nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa persoalan gigi berlubang dan penyakit gusi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa.
Karena itu, kehadiran tim RSGMP Unhas di tengah masyarakat Pangkep menjadi lebih dari sekadar pelayanan medis, melainkan juga bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari panjangnya antrean warga yang ingin memanfaatkan kesempatan memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis, terutama layanan kesehatan gigi yang menjadi salah satu layanan dengan jumlah kunjungan tertinggi selama kegiatan berlangsung.
Banyak warga mengaku baru pertama kali mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter gigi spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar ataupun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Pada siang hari, suasana berubah menjadi lebih ceria ketika tim RSGMP Unhas menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak dengan pendekatan yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Melalui permainan edukatif, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, serta komunikasi yang hangat, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi penting bagi masa depan mereka.
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit gigi dan mulut yang berpotensi mengganggu pertumbuhan, kemampuan belajar, hingga kepercayaan diri anak.
Keikutsertaan mahasiswa profesi dokter gigi dalam kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas kebutuhan masyarakat.
Melalui interaksi tersebut, para calon dokter tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga belajar memahami nilai empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan yang menjadi fondasi utama profesi kesehatan.
Selain pelayanan kesehatan gigi dan mulut, masyarakat juga memperoleh akses terhadap pemeriksaan kesehatan umum, fisioterapi, penyuluhan kesehatan, sunatan massal, serta berbagai layanan sosial lainnya yang mendapat sambutan hangat dari warga.
Bagi banyak keluarga, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terbebani oleh biaya yang sering kali menjadi hambatan utama dalam memperoleh layanan medis.
.webp)
Pengurus KAHMI Kota Makassar, relawan, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat berfoto bersama usai rangkaian Bakti Sosial Kesehatan dan Silaturahmi Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, yang menjadi simbol kolaborasi lintas elemen dalam memperkuat pelayanan kesehatan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. (Foto: Istimewa).
Menjelang sore, rangkaian kegiatan ditutup melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustad Das’ad Latif dan dihadiri ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam tausiyahnya, Ustad Das’ad Latif mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membangun solidaritas sosial yang lebih kokoh.
Ia mengingatkan bahwa nilai terbesar dari Idul Adha adalah kesediaan untuk berbagi, berkorban, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain, terutama bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menyentuh hati, pesan-pesan yang disampaikan berhasil menghadirkan suasana hangat yang memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Bakti sosial ini akhirnya meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar angka pelayanan atau jumlah peserta yang hadir.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketika perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang, kesadaran hidup sehat dapat tumbuh lebih kuat, dan nilai-nilai kemanusiaan dapat terus hidup di tengah perubahan zaman.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan kesehatan nasional, kolaborasi seperti yang ditunjukkan oleh RSGMP Universitas Hasanuddin dan KAHMI Makassar menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial yang diwujudkan melalui tindakan nyata tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkeadaban.(*)
BAKTI SOSIAL - Wakil Ketua DPD RI H Tamsil Linrung bersama pengurus MD KAHMI Kota Makassar, berfoto bersama tenaga kesehatan, akademisi, mahasiswa, dan para relawan usai pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Minggu (31/5/2026) lalu. Baksi Sosial ini menghadirkan layanan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kesehatan umum, fisioterapi, sunatan massal, serta edukasi kesehatan. (Dok MD KAHMI Makassar)








