Internasional

Ketegangan di Laut China Selatan, China Semprot Kapal Filipina

CHINA - Kapal patroli China menyemprotkan air ke kapal Filipina. Foto: tangkapan layar CNN

UNHAS.TV - Ketegangan kembali memuncak di kawasan Laut China Selatan setelah sejumlah kapal patroli China menghalau kapal Filipina yang melintas di kawasan itu. Ini adalah ketegangan ketiga kalinya dalam sepekan.

Pihak China menggunakan meriam air untuk mengusir kapal Biro Sumberdaya Perairan dan Perikanan Filipina yang sedang bertugas untuk memasok bahan bakar kapal-kapal nelayan. 

"Tinggalkan segera. Atau kami akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan," demikian peringatan dari kapal China menggunakan megaphone. Peringatan diberikan sambari semprotan air ditujukan ke kapal Filipina.

Konflik di kawasan China Selatan menjadi perhatian dunia karena kawasan ini diklaim banyak negara termasuk dengan Indonesia. Dikutip dari ScholarHub, sengketa Filipina dan China berpusat pada tumpang tindih klaim wilayah maritim dan pulau-pulau kecil, terutama di sekitar Second Thomas Shoal (Ayungin Shoal) dan Kepulauan Spratly, serta penolakan Tiongkok terhadap batas historis nine-dash line yang tidak diakui hukum internasional.

China, Filipina, dan Taiwan semuanya mengklaim kedaulatan atas Scarborough Shoal – tetapi China secara efektif telah mengendalikannya sejak 2012 dengan mempertahankan kehadiran penjaga pantai yang hampir konstan di perairan sekitarnya.(*)