Kesehatan
Sosial

Satu Juta Kasus Hipertensi Terdeteksi Lewat CKG, Banyak Orang Tak Menyadarinya

Akademisi Ilmu Gizi FKM Unhas dan Dietisien Dr Healthy Hidayanty SKM MKes. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sekitar satu juta kasus baru hipertensi terdeteksi melalui pemeriksaan ulang dalam program Cek Kesehatan Gratis atau CKG hingga Agustus 2026.

Temuan Kementerian Kesehatan itu menunjukkan masih banyak orang menjalani aktivitas sehari-hari tanpa mengetahui tekanan darahnya sudah tinggi.

Data tersebut berasal dari sekitar 9,2 juta peserta CKG pada 2026. Pada pemeriksaan tahun sebelumnya, para peserta itu belum terdeteksi mengalami hipertensi. Hasil pemeriksaan terbaru menjadi peringatan bahwa merasa sehat tidak selalu berarti terbebas dari penyakit.

Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Dr Healthy Hidayanty SKM MKes., mengatakan jumlah tersebut tergolong tinggi jika dilihat dari perspektif kesehatan masyarakat.

“Kalau perspektif kesmas, satu juta ini lumayan tinggi. Kita tahu hipertensi itu silent killer atau pembunuh diam-diam. Ini sebenarnya menjadi warning kepada masyarakat bahwa hipertensi tidak boleh diabaikan,” kata Healthy, saat ditemui 12 Agustus 2026 lalu.

Hipertensi kerap tidak dikenali karena pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dapat tetap bekerja, berolahraga, atau menjalankan aktivitas lain seperti biasa meski tekanan darahnya telah melewati batas normal.

Menurut Healthy, tubuh juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap peningkatan tekanan darah yang berlangsung perlahan. Kondisi itu membuat keluhan awal sering dianggap sebagai gangguan ringan.

“Dengan tekanan yang tinggi, tubuh kita bisa beradaptasi. Yang pelan-pelan itu dianggap biasa. Kemudian tanda-tanda awal seperti pusing juga dianggap biasa, sampai nanti mungkin sudah muncul komplikasi dan baru kita aware bahwa kita harus pergi memeriksakan diri,” ujarnya.

Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko penyakit serius, antara lain penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Karena itu, hipertensi sering disebut sebagai pembunuh diam-diam karena kerusakan dapat berkembang tanpa keluhan yang berarti.

Perubahan kondisi juga terlihat pada kelompok yang sebelumnya berada dalam kategori prehipertensi. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, dari sekitar 1,3 juta peserta CKG berstatus prehipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang, sekitar 247 ribu orang kemudian terdeteksi mengalami hipertensi.

Temuan tersebut memperlihatkan kondisi tekanan darah dapat berubah dalam rentang waktu tertentu meski seseorang sebelumnya merasa sehat.

Healthy menilai pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan tanpa harus menunggu munculnya keluhan. Pemeriksaan rutin memungkinkan tekanan darah tinggi ditemukan lebih dini sehingga pengendalian dapat segera dilakukan.

Selain pemeriksaan, pencegahan dan pengendalian hipertensi perlu disertai perubahan gaya hidup. Masyarakat disarankan memperhatikan pola makan, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta meningkatkan aktivitas fisik.

Program CKG diharapkan membuat masyarakat lebih terbiasa memeriksa kondisi kesehatannya sebelum penyakit menimbulkan komplikasi. Sebab, tidak adanya keluhan bukan jaminan bahwa tekanan darah seseorang tetap berada dalam kondisi normal.

(Rahmatia Ardi / Unhas TV)