News
Travel

Buludua Coffee Soppeng Jadi Persinggahan Favorit di Jalur Poros Antar-Daerah

BULUDUA - Dua orang pengujung Buludua Coffee tengah berfoto dengan latar hamparan sawah dan Pegunungan Bulu Dua di Jl Poros Bulu Dua Barru-Soppeng, Minggu (14/6/2026). (Unhas TV / Rahmatia Ardi)

SOPPENG, UNHAS.TV - Udara sejuk dari Pegunungan Bulu Dua Soppeng, menyelinap di antara meja-meja kayu Buludua Coffee, Minggu (14/6/2026) lalu.

Di salah satu sudut, segelas Pop Mie hangat mengepul. Di meja lain, beberapa pengunjung membuka laptop, menyeruput kopi, lalu sesekali menatap lanskap hijau yang membentang di jalur poros Barru-Soppeng tersebut.

Tempat nongkrong sederhana di Kecamatan Mario Riawa, Kabupaten Soppeng itu, kini menjelma tempat singgah favorit bagi pengendara antar-daerah.

Lokasinya berada di jalur utama yang kerap dilalui kendaraan dari arah Kabupaten Barru menuju Soppeng, maupun sebaliknya.

Bagi sebagian orang, Buludua Coffee bukan sekadar tempat membeli makanan dan minuman, melainkan ruang jeda sebelum kembali menempuh perjalanan. 

Konsepnya memadukan kafe, rest area, area berfoto, hingga camping ground. Dari tempat ini, pengunjung bisa menikmati kopi dengan latar belakang pemandangan gunung dan lembah dari Pegunungan Bulu Dua.

Suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, tetapi tetap mudah dijangkau, karena memang tak jauh dari jalan poros.

M. Zainal Abidin, petugas desa binaan di Kabupaten Bone, termasuk pengunjung yang kerap datang ke tempat ini. Ia biasa menempuh jarak sekitar 15 kilometer untuk bekerja sekaligus melepas penat.

“Saya pendatang yang bertugas di salah satu desa binaan di Kabupaten Bone yang berbatasan langsung dengan Soppeng," kata Zainal.

"Memang kalau Kafe Bulu Dua ini menjadi tempat favoritku untuk kerja laporan. Kalau lagi stres, kupakai sebagai tempat refreshing. Bisa nyantai kerja laporan langsung view-nya Gunung Bulu Dua, dan harga makanan minumannya ramah di kantong,” lanjutnya.



BULUDUA COFFEE - Pengujung Buludua Coffee tengah menikmati sajian makanan dengan latar pemandangan hamparan sawah dan Pegunungan Bulu Dua di Jl Poros Bulu Dua Barru-Soppeng, Minggu (14/6/2026). (Unhas TV / Rahmatia Ardi)


Menurut dia, jarak yang cukup jauh terbayar oleh suasana yang ditawarkan. Pemandangan gunung, udara sejuk, dan harga terjangkau membuat tempat itu menjadi pilihan praktis bagi pekerja lapangan, aparatur desa, maupun pelintas antar-daerah.

Harga Terjangkau dan Ada Area Camping

Harga makanan dan minuman di Buludua Coffee dimulai dari Rp 13 ribu. Pengunjung kafe juga dibebaskan masuk ke area camping untuk sekadar berfoto tanpa biaya tambahan.

Kebijakan ini menjadi salah satu daya tarik, terutama bagi pengunjung yang datang singkat sebelum melanjutkan perjalanan.

Bagi yang ingin bermalam, pengelola menyediakan area camping dan glamping. Tarif masuk area camping dipatok Rp 15 ribu pada hari biasa dan Rp 20 ribu pada akhir pekan.

Tenda berkapasitas tiga hingga empat orang disewakan mulai Rp 60 ribu, sedangkan fasilitas glamping tersedia mulai Rp 500 ribu.

Dengan fasilitas tersebut, Buludua Coffee menempatkan diri sebagai ruang rehat di batas kota dengan layanan murah, strategis, dan menawarkan ketenangan.

Di jalur poros yang sibuk, tempat ini memberi alasan bagi pengendara untuk berhenti sejenak, menghangatkan badan, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

(Amina Rahma Ahmad / Rahmatia Ardi / Unhas TV)