Mahasiswa
Pendidikan

Sekjen Kemenhut Ajak Mahasiswa Unhas Dukung Transformasi Kehutanan Berbasis Ekologi

KULIAH UMUM - Sekjen Kementerian Kehutanan RI Dr Ir Mahfudz MP memberikan kuliah umum di Fakultas Kehutanan Unhas, Makassar, Senin (7/9/2026). Ia mengajak mahasiswa mendukung transformasi kehutanan berbasis ekologi melalui inovasi dan kolaborasi. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Transformasi sektor kehutanan Indonesia menuju pengelolaan berbasis ekologi menjadi sorotan utama dalam kuliah umum yang digelar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr Ir Mahfudz MP mengajak mahasiswa untuk mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan hutan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi hijau.

Kuliah umum yang berlangsung di Aula Fakultas Kehutanan Unhas, Kampus Tamalanrea, Senin (7/9/2026), mengangkat tema “Transformasi Kehutanan Berbasis Ekologi: Produktivitas, Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.”

Kegiatan ini diikuti civitas akademika dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas yang antusias mengikuti pembahasan mengenai arah baru pengelolaan hutan Indonesia.

Dalam pemaparannya, Mahfudz menjelaskan bahwa paradigma kehutanan saat ini telah mengalami perubahan besar.

Menurutnya, hutan tidak lagi hanya dipandang sebagai sumber produksi kayu, melainkan sebagai ekosistem yang memiliki beragam nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Era ke depan adalah era yang berubah, era untuk anak-anak muda kita. Bagaimana hutan harus kita tatap dengan mekanisme yang berbeda. Kalau dulu orang hanya melihat hutan menghasilkan kayu, ke depan hutan menghasilkan multiusaha yang luar biasa selain kayu,” ujar Mahfudz.

Ia menjelaskan, konsep multiusaha kehutanan menjadi salah satu strategi dalam mendorong pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.

Potensi tersebut mencakup jasa lingkungan, perdagangan karbon, hingga pengembangan biodiversitas kredit yang saat ini mulai menjadi perhatian dalam ekonomi global.

Menurut Mahfudz, perubahan paradigma tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami hubungan antara konservasi, inovasi, dan pembangunan ekonomi.

Karena itu, mahasiswa kehutanan memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus dalam mengawal tata kelola hutan Indonesia.

Selain aspek ekonomi, Mahfudz juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Menurut dia, masyarakat bukan hanya sebagai pihak yang terdampak oleh kebijakan kehutanan, tetapi harus menjadi bagian penting dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

“Partisipasi masyarakat juga luar biasa. Harus kita dorong bersama sehingga komunikasi sosial dengan masyarakat menjadi ilmu yang penting. Masyarakat yang berada di sekitar hutan harus menjadi bagian untuk menjaga dan melindungi hutan sekaligus memanfaatkan hutan untuk kehidupannya,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat memperkuat pengelolaan hutan nasional. Dengan pendekatan tersebut, keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Mahfudz juga mendorong mahasiswa Unhas untuk tidak hanya memperdalam kajian akademik, tetapi turut terlibat dalam berbagai program nyata bersama Kementerian Kehutanan.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik serta berbagai bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi baru dalam sektor kehutanan. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan gagasan yang mendukung pengelolaan hutan berbasis ekologi, teknologi, dan ekonomi berkelanjutan.

Melalui kuliah umum tersebut, Fakultas Kehutanan Unhas dan Kementerian Kehutanan memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan Indonesia.

Transformasi kehutanan bukan hanya tentang mempertahankan kawasan hijau, tetapi juga memastikan hutan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)