Pendidikan

SEMRIPMAS 2026 Dorong Pengabdian Berkelanjutan, LPPM Unhas Prioritaskan Dampak Nyata bagi Masyarakat

SEMRIPMAS 2026 - Pembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar SEMRIPMAS 2026 di Aula LPPM Unhas, Makassar, Kamis (5/11/2026). Seminar ini sebagai forum diseminasi hasil pengabdian yang mendorong kolaborasi multidisiplin dan penerapan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. (Unhas TV/Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian untuk menjawab berbagai persoalan sosial.

Namun, pelaksanaannya tidak hanya dituntut menghasilkan kegiatan atau publikasi ilmiah, melainkan juga memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi perhatian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SEMRIPMAS) 2026 di Aula LPPM Unhas, Makassar, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika dan mitra Universitas Hasanuddin.

Melalui pendekatan multidisiplin, forum tersebut diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan, pengembangan inovasi, serta kerja sama dalam mendukung penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unhas, Prof Ir Muhammad Arsyad SP MSi PhD menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar nasional ini bertujuan memperkenalkan sekaligus menyebarluaskan hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh dosen, mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, serta mitra universitas.



Wakil Ketua Bidang PKM LPPM Unhas, Prof Ir Muhammad Arsyad SP MSi PhD. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)


Menurutnya, diseminasi merupakan langkah penting untuk memperluas pemanfaatan hasil pengabdian. Meski demikian, kegiatan tersebut tidak seharusnya berhenti pada penyampaian hasil, tetapi perlu diarahkan pada penerapan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku industri, komunitas lokal, petani, hingga pemerintah di berbagai tingkatan.

"Kita tentu saja bukan hanya sampai pada diseminasi, tetapi kita berharap semua yang dilakukan pengabdian masyarakat oleh Universitas Hasanuddin itu punya dampak direct terhadap masyarakat, terhadap industri, terhadap lokal komunitas, petani, pemerintah, baik pusat maupun daerah, sampai ke desa-desa," jelas Arsyad.

Lebih lanjut, Arsyad menekankan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu aspek utama dalam pengembangan program pengabdian kepada masyarakat.

Untuk itu, LPPM Unhas berupaya mengidentifikasi berbagai hasil pengabdian yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan ditindaklanjuti berdasarkan tingkat kebermanfaatannya.

Hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kawasan maupun desa binaan Universitas Hasanuddin.

Melalui pendekatan ini, pelaksanaan pengabdian tidak lagi dilakukan secara terpisah oleh masing-masing bidang keilmuan, tetapi melibatkan kolaborasi multidisiplin yang mampu memberikan solusi lebih menyeluruh terhadap kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut juga dinilai penting karena persoalan pembangunan di wilayah perkotaan maupun perdesaan memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor, seperti kesehatan, pertanian, lingkungan, pangan, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Dengan mengintegrasikan beragam disiplin ilmu, kontribusi perguruan tinggi diharapkan semakin relevan dalam mendukung pembangunan masyarakat dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Bagian dari Konferensi Internasional

Sementara itu, Ketua Panitia SEMRIPMAS 2026, Ir Hari Iswoyo SP MA PhD menjelaskan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah LPPM Unhas yang sebelumnya telah diawali dengan penyelenggaraan konferensi internasional selama dua hari.

Hari menyebutkan bahwa hingga hari pelaksanaan, sebanyak 76 peserta telah mendaftarkan diri untuk mempresentasikan hasil pengabdian kepada masyarakat.



Ketua Panitia SEMRIPMAS 2026, Ir Hari Iswoyo SP MA PhD. (Unhas.TV / Mustika Syaharuddin)


Kegiatan ini juga menghadirkan empat narasumber dari berbagai bidang keilmuan, meliputi pertanian, kesehatan, biologi tropika, dan pelestarian kebudayaan.

Keberagaman bidang tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan sesuai dengan karakteristik persoalan yang dihadapi.

Melalui forum ini, LPPM Unhas berupaya mengakomodasi kontribusi dari berbagai disiplin ilmu agar hasil penelitian dan pengabdian memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman, Hari menegaskan bahwa pelaksanaan pengabdian perlu disertai mekanisme pemantauan dan evaluasi.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan, inovasi, maupun program yang diperkenalkan benar-benar diterapkan dan memberikan perubahan bagi masyarakat.

"Kita ingin betul-betul nanti ada tindak lanjut untuk menilai, memonitoring bahwa apa yang sudah disampaikan ke masyarakat itu betul-betul bisa diterapkan dan bisa bermanfaat, sehingga tujuan sebagai kampus berdampak itu betul-betul bisa tercapai," ungkap Hari.

Ia menilai bahwa kegiatan penelitian dan pengabdian tidak seharusnya hanya berakhir sebagai publikasi jurnal atau pelaksanaan penyuluhan.

Sebaliknya, hasil yang diperoleh perlu ditindaklanjuti melalui penerapan, pendampingan, serta evaluasi agar manfaatnya dapat diketahui dan dipertahankan dalam jangka panjang.

Melalui SEMRIPMAS 2026, LPPM Unhas berupaya memperkuat orientasi pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya menekankan penyebarluasan hasil penelitian, tetapi juga keberlanjutan penerapan dan manfaatnya.

Penguatan kolaborasi lintas disiplin ilmu, pengembangan wilayah binaan, serta pemantauan hasil pengabdian menjadi bagian dari upaya mendorong kontribusi perguruan tinggi yang lebih terarah.

Dengan demikian, penyelenggaraan SEMRIPMAS 2026 diharapkan dapat menjadi langkah dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan pengetahuan dan inovasi akademik untuk mendukung penyelesaian persoalan serta pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.

(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)