Pendidikan
Sulsel

Soroti Perlindungan Guru hingga Pencegahan Kekerasan di Kongres Pemuda Sulsel 2026



Pengelola Data UPT PPA Sulsel, Mirnawati, SSos & Pendamping Kasus UPT PPA Sulsel, Nurfari Jamaluddin, SIP MM dari Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) DP3ADaldukKB Provinsi Sulawesi Selatan. (Unhas TV/Nur Alam)


Dukungan terhadap penguatan perlindungan anak turut disampaikan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) DP3A DaldukKB Provinsi Sulawesi Selatan.

Pendamping Kasus UPT PPA Sulsel, Nurfari Jamaluddin SIP MM menilai Kongres Pemuda sebagai ruang strategis untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan kekerasan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, pemuda memiliki potensi untuk membantu membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong langkah pencegahan, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.

“Berdasarkan hasil kegiatan ini, kami sangat berharap kepada para pemuda atau peserta untuk menjalin kolaborasi dengan pihak pemerintah,” ujar Nurfari.

Ia berharap keterlibatan pemuda dalam kongres dapat melahirkan pelopor yang berperan aktif dalam pengaduan maupun pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kehadiran generasi muda dalam upaya tersebut dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pencegahan sekaligus memperkuat kerja sama dengan lembaga pemerintah yang menangani perlindungan perempuan dan anak.

Sementara itu, Pengelola Data UPT PPA Sulsel, Mirnawati, S.Sos., berharap kongres dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan persoalan yang dihadapi perempuan dan anak.

“Semoga nanti ke depannya bisa menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyuarakan aspirasi bagi perempuan dan anak,” ungkap Mirnawati.

Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 menjadi ruang bagi tenaga pendidik, pelajar, dan pemerintah untuk menyampaikan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari perlindungan dan kesejahteraan guru hingga pencegahan perundungan dan kekerasan.

Melalui dialog dan kolaborasi antarpihak, gagasan yang disampaikan diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan inklusif.

(Mustika Syaharuddin / Nur Alam / Unhas TV)