
STADION AZTECA - Infografis kondisi Inggris jelang laga melawan Meksiko di Stadion Azteca di ketinggian 2.240 meter. (The Sun)
Pengaruh ketinggian terhadap pertandingan sepak bola bukan hal baru. Negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan kerap memanfaatkan stadion di dataran tinggi sebagai keuntungan kompetitif ketika menjamu lawan.
Salah satu contoh paling dikenal terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia 2017 ketika Brasil bertandang ke La Paz, Bolivia. Stadion di ibu kota Bolivia itu berada sekitar 3.660 meter di atas permukaan laut.
Seusai pertandingan, beberapa pemain Brasil dilaporkan harus menggunakan tabung oksigen untuk membantu proses pemulihan.
Inggris sebenarnya telah mengantisipasi kemungkinan bermain di Mexico City sejak hasil undian Piala Dunia pada Desember lalu memperlihatkan jalur menuju babak gugur. Namun, padatnya jadwal kompetisi membuat ruang adaptasi menjadi sangat terbatas.
Markas latihan Inggris berada di Kansas City, Amerika Serikat, yang berjarak sekitar 1.664 mil dari Mexico City. Tim hanya memiliki waktu singkat untuk berpindah lokasi sebelum pertandingan.
Tuchel mengungkapkan rekomendasi ilmiah menyebut tim idealnya datang sekitar sepuluh hari sebelum pertandingan agar tubuh mampu menyesuaikan diri dengan kondisi udara tipis.
Pilihan lainnya adalah datang sedekat mungkin dengan waktu pertandingan agar tubuh belum sempat mengalami dampak adaptasi awal. Namun, kedua opsi tersebut sulit diterapkan selama turnamen berlangsung.
"Rekomendasinya adalah datang sepuluh hari lebih awal, tetapi itu terlalu lama bagi kami. Datang sangat terlambat pada hari pertandingan juga tidak memungkinkan. Ini tetap menjadi kerugian bagi kami," kata pelatih asal Jerman tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) melakukan konsultasi dengan Federasi Rugby Inggris (RFU) serta tim Olimpiade Britania Raya yang memiliki pengalaman bertanding di dataran tinggi.
Tuchel mengatakan seluruh informasi mengenai adaptasi fisiologis telah dipelajari untuk meminimalkan dampak kondisi tersebut terhadap para pemain.
"Kami sudah melakukan pekerjaan rumah. Team GB menjadi bagian dari proses itu. FA memberikan semua informasi yang kami butuhkan," ujarnya.
Dalam dunia olahraga, latihan khusus di dataran tinggi atau menggunakan tenda simulasi ketinggian (altitude tent) menjadi metode yang lazim dilakukan atlet elite.
Peralatan tersebut dirancang untuk menciptakan kondisi udara dengan kadar oksigen lebih rendah sehingga tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah sebagai respons alami.
Mantan pembalap sepeda Inggris, Alex Dowsett, menilai metode tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan lebih maksimal oleh Inggris.
Ia pernah memecahkan rekor satu jam bersepeda di Aguascalientes, Meksiko, yang berada pada ketinggian hampir 1.900 meter, serta menghabiskan sebagian besar kariernya berlatih di Andorra pada ketinggian sekitar 2.000 meter.
Menurut Dowsett, manfaat terbesar bukan hanya dirasakan saat bertanding di dataran tinggi, melainkan juga ketika kembali bermain di permukaan laut karena kapasitas pengangkutan oksigen dalam tubuh meningkat.
"Lebih banyak sel darah merah berarti lebih banyak oksigen. Itu membantu saat harus berlari, berhenti, lalu kembali melakukan sprint berulang kali dengan kualitas yang tetap terjaga," katanya.
Kini, seluruh persiapan tersebut akan diuji di Stadion Azteca. Bagi Inggris, tantangan sesungguhnya mungkin bukan hanya mengalahkan Meksiko, tetapi juga menaklukkan tipisnya udara di salah satu stadion paling legendaris sekaligus paling menuntut secara fisik dalam sejarah sepak bola dunia. (*)


-300x180.webp)





