News

Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal Dunia

EVAKUASI - Evakuasi korban kecelakaan tabrakan kereta api di Bekasi. (Foto: dokumen KAI)

BEKASI, UNHAS.TV - Jumlah korban yang meninggal akibat tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di stasiun Bekasi Timur, bertambah menjadi 14 orang. 

Semua korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi. Adapun 84 orang korban luka ringan maupun berat yang kini mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat seperti RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, dan rumah sakit lainnya di wilayah Jabodetabek. 

Kecelakaan tersebut terjadi pasa Senin (27/4/2026) malam sekira pukul 20.52 - 20.57 WIB. Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek (rute Gambir–Surabaya Pasar Turi) menabrak dari belakang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang sedang berhenti di jalur.

Akibat tabrakan tersebut, gerbong KRL (khususnya gerbong perempuan) mengalami kerusakan parah dan ringsek, dengan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek masuk ke dalam gerbong KRL. Proses evakuasi korban yang terjepit berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama karena tingkat kerusakan yang berat.

Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa atau luka serius di kalangan penumpang kereta jarak jauh tersebut.

Kecelakaan bermula ketika sebuah taksi mogok di perlintasan dekat Bulak Kapal, sehingga ditabrak oleh KRL pertama. Akibatnya, KRL kedua yang berada di belakangnya terpaksa berhenti menunggu jalur aman. 

Saat KRL kedua tersebut masih berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantamnya. Penyelidikan awal menyebutkan kemungkinan keterlambatan sinyal atau faktor lain yang masih akan ditelusuri lebih lanjut oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan pihak berwenang.

Tim gabungan Basarnas, Polri, TNI, dan petugas KAI Daop 1 Jakarta serta KCI melakukan evakuasi secara intensif. Evakuasi korban yang terjepit memerlukan pemotongan gerbong (ekstraksi) karena rangkaian kereta saling berimpitan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini dan memastikan akan memberikan kompensasi serta bantuan kepada keluarga korban. 

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak," kata Vice Presiden Corporate Communication KAI Anne Purba pada keterangan resmi ke media, Selasa (28/4/2026).

Anne menambahkan, KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.

Adappun barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamaankan dan saat ini berada di layanan Lost and Found. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Investigasi Bersama

Sementara itu, operasional KRL di lintas tersebut sementara dibatasi (hanya sampai Stasiun Bekasi), dan aliran listrik aliran atas (LAA) sempat dinonaktifkan untuk keamanan.

Investigasi resmi sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. KAI dan pihak terkait berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian agar kejadian serupa tidak terulang.(*)