Lingkungan

Temuan Peneliti: Alarm Bahaya Makin Sering Terdengar di Laut

MAKASSAR, UNHAS.TV - Peneliti kelautan dan lingkungan memunculkan satu peringatan serius bahwa Bumi sedang dalam keadaan bahaya. Dari penelitian terbaru ditemukan, permukaan laut di Bumi ternyata sudah naik lebih dari apa yang diperkirakan sebelumnya.

Satu penelitian yang dimuat di jurnal NATURE pada pekan ini, mengungkap bahwa kenaikan permukaan laut di sejumlah wilayah di Bumi sudah berada di angka 30 sampai 91 cm. Jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan prakiraan peneliti. 

Sebelumnya, kenaikan permukaan laut diperkirakan akan bertambah 15,24 cm pada tahun 2050. Ternyata, angka itu sudah dilampaui. Salah satu faktor utama cepatnya kenaikan permukaan laut ini yakni perubahan iklim yang membuat Bumi makin panas sehingga gugusan es di wilayah kutub sudah banyak mencair.

Para ilmuan biasanya menggunakan model tertentu untuk memperkirakan kenaikan permukaan laut dengan cara melihat medan gravitasi Bumi dan rotasi Bumi. Namun model ini, masih memiliki kekurangan karena tidak memperhitungkan faktor pemengaruh seperti pasang surut, angin, arus laut, suhu, dan kadar garam.

Profesor madya di Universitas Wageningen, Belanda, Philip Minderhoud, mengatakan, agar didapatkan informasi permukaan laut yang bisa diandalkan, model tersebut harus digabungkan dengan data satelit dunia yang dapat mengukur ketinggian laut secara akurat.

Penelitian itu juga mengungkap, wilayah yang paling terdampak dari naiknya permukaan laut adalah Asia Tenggara dan sebagian Pasifik. Pada wilayah ini, tingkat kenaikan air laut mencapai 91 cm.

Jika tingkat kenaikan itu terjadi secara terus menerus maka akan terjadi 37 persen permukaan tanah akan berada di bawah permukaan laut dan sebanyak 132 juta orang yang tinggal di pulau-pulau harus segera diungsikan

Dosen Universitas Bristol, Matt Palmer menyebutkan, selama ini manusia cenderung abai dengan lingkungannya dan memandang enteng dampak perubahan iklim sehingga permukaan laut naik lebih cepat daripada dugaan para peneliti.

Ia mengajak semua pihak untuk lebih peduli lingkungan karena ini menyangkut Bumi dan tentu saja nasib warga yang tinggal di pesisir. Bila ini tidak diseriusi, maka kehidupan manusia di Bumi akan terancam kelangsungannya.(*)