SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 menggelar penyuluhan dan demonstrasi budidaya lalat tentara hitam (Black Soldier Fly, BSF) di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (26/1/2026).
Program bertema strategi penghematan biaya produksi ternak itu bertujuan memberikan jalan keluar kepada masyarakat, khususnya petambak ikan, menghadapi tingginya harga pakan pabrikan melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan pilihan yang ekonomis dan berkelanjutan.
Ariel Juniarto Saputra selalu fasilitator kegiatan, memulai penjelasannya dengan mengenalkan proses terbentuknya maggot yang dimulai dari larva. Lalat yang bisa menghancurkan sampah organik ini memiliki kandungan protein sangat tinggi sehingga berpotensi besar dalam memacu pertumbuhan ikan, khususnya ikan nila.
Peserta yang terdiri atas Kepala Desa Botto, para kepala dusun, serta warga dan petambak lokal memperoleh penjelasan mengenai siklus hidup lalat BSF, mulai dari fase telur, larva (maggot), pupa, hingga lalat dewasa.
"Pengetahuan ini juga mencakup manajemen waktu panen yang tepat serta pemahaman fase bertelur agar budidaya dapat berlanjut," ungkap Ariel.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian pada kegiatan itu. Ariel menekankan bahwa perawatan maggot tergolong sederhana dan berbiaya rendah karena pakannya memanfaatkan limbah organik rumah tangga.
"Budidaya maggot memiliki fungsi ganda, yakni sebagai penyedia pakan ternak sekaligus solusi pengurangan volume sampah desa," ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan demonstrasi langsung pemberian pakan maggot hasil budidaya ke kolam ikan nila. Demonstrasi tersebut menunjukkan tanggapan ikan yang sangat baik terhadap pakan alami ini sehingga meyakinkan warga akan kualitas maggot sebagai pilihan pengganti pelet.
Kepala Desa Botto, Jumardin, menyambut positif upaya mahasiswa KKN Unhas tersebut. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan desa.
“Budidaya maggot ini sangat cocok diterapkan di Desa Botto. Program ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat terkait tingginya harga pakan ikan nila. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi pengelolaan sampah desa, di mana sampah organik tidak lagi terbuang percuma, melainkan diolah menjadi nilai tambah ekonomi,” ujar Jumardin.(*)
Achmad Ghiffary M (UNHAS TV
KKN - Mahasiswa Unhas mengenalkan budidaya maggot BSF di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)








