JAKARTA, UNHAS.TV - Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc terpilih kembali untuk memimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai Rektor periode 2026–2030 dalam pemilihan rektor oleh Majelis Wali Amanah di Kampus Unhas Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Pada periode kepemimpinan keduanya, Prof. Jamaluddin menegaskan komitmen untuk meninggalkan legasi strategis, terutama dalam menyiapkan Unhas menuju universitas berkelas dunia (World Class University/WCU) yang berdaya saing global dan berdampak nyata bagi bangsa.
Prof JJ --sapaan akrabnya, menyebut, periode kedua menjadi fase penting karena capaian pada periode pertama telah terukur, sehingga Unhas kini lebih siap menyusun trajektori dan prediksi pengembangan institusi secara realistis.
“Bagi saya, periode kedua ini sudah lebih terukur apa yang telah kami capai. Dengan itu, kami lebih siap membuat trajektori atau prediksi, apa yang bisa dan apa yang belum bisa kita capai,” ujarnya.
Menurut Prof. Jamaluddin, pencapaian Unhas dlaam periode pertama kepemimpinannya, menunjukkan tren yang positif dan konsisten dalam pemeringkatan dunia.
Dari posisi 1.200 besar dunia, Unhas naik ke peringkat 1.090, kemudian menembus 900 besar dunia. Tren ini dinilainya sebagai momentum penting yang harus dijaga.
“Ini menunjukkan bahwa trajektori Unhas sudah on the right track. Kita berharap ke depan bisa naik ke 800 besar, lalu 700 besar dunia, dan seterusnya. Momentum ini harus dijaga,” tegasnya.
Ia menekankan, upaya menuju WCU bukan sekadar mengejar angka atau peringkat, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas secara menyeluruh.
Menurutnya, menjadi universitas kelas dunia menuntut penguatan kapasitas akademik, riset, dan inovasi yang berdampak.
“World Class University itu bukan hanya soal menambah nilai atau performa. Itu refleksi dari peningkatan kualitas pengajaran, kualitas publikasi, dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.
Prof. Jamaluddin juga menegaskan pentingnya peran Unhas sebagai representasi kawasan timur Indonesia di kancah global.
Ia menilai, negara besar harus ditopang oleh universitas besar, dan Unhas memiliki potensi untuk ikut mengangkat citra Indonesia di dunia internasional.
“Tidak ada satu pun negara besar tanpa universitas besar. Kalau Indonesia ingin disebut negara besar, universitasnya juga harus besar. Dari timur Indonesia, Unhas harus ikut mengambil peran itu,” katanya.
Selain penguatan reputasi global, prioritas utama pada periode kedua kepemimpinannya adalah kualitas lulusan. Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa lulusan Unhas harus menjadi solusi bagi bangsa, bukan justru menambah persoalan pengangguran.
“Lulusan Unhas seharusnya menjadi solusi bagi bangsa, bukan menambah masalah karena tidak siap bekerja,” tegasnya.
Untuk itu, Unhas terus memperkuat ekosistem kewirausahaan dan kesiapan kerja mahasiswa, termasuk melalui kepemilikan bank, penguatan unit usaha universitas, serta pembentukan perusahaan penempatan tenaga kerja migran.
“Kami ingin lulusan Unhas sejak awal dilatih menjadi intervenors, memiliki usaha sendiri, atau siap masuk dunia kerja. Kita punya bank, kita punya perusahaan, agar mereka tidak terhambat hanya karena tidak pernah mencoba,” ungkapnya.
Salah satu terobosan yang disiapkan sebagai legasi periode kedua adalah penguatan perusahaan P3NI dan Migrant Service Center, yang mempersiapkan lulusan Unhas untuk bekerja di luar negeri secara profesional dan terstruktur.
“Mahasiswa, misalnya perawat, sejak masa studi sudah disiapkan sesuai kebutuhan negara tujuan, seperti Jepang atau Turki. Bahasa, sertifikasi, dan kompetensi sudah klop, sehingga satu bulan setelah lulus mereka bisa langsung berangkat,” jelasnya.
Ia menargetkan, mulai tahun ini Unhas dapat menyalurkan minimal 300 lulusan ke berbagai negara sebagai duta profesional yang membawa nama baik universitas dan Indonesia.
“Kami ingin lulusan Unhas menjadi representasi Unhas di dunia. Setelah kembali ke Indonesia, mereka sudah punya pengalaman, modal, dan kepercayaan diri yang lebih kuat,” tambahnya.
Namun demikian, Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa kualitas lulusan tidak dapat dilepaskan dari dukungan infrastruktur kampus.
Karena itu, penguatan sarana pendidikan, laboratorium, serta kolaborasi dengan industri juga menjadi bagian penting dari agenda periode kedua.
“Lulusan yang baik harus ditopang oleh infrastruktur yang baik. Laboratorium harus memadai, proses pembelajaran harus kuat, dan industri harus kita ajak masuk untuk membersamai pengembangan keterampilan mahasiswa,” tuturnya.
Pada periode kedua ini, Prof. Jamaluddin Jompa menargetkan Unhas tidak hanya unggul dalam pemeringkatan global, tetapi juga mampu meninggalkan legasi.
Yakni sebagai universitas yang melahirkan sumber daya manusia berkualitas, inovatif, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat, kawasan timur Indonesia, serta bangsa di tingkat global.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
Rektor Unhas Terpilih Periode 2026-2030 Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc. (dok unhas.tv)








