Sulsel
Terkini

Tim SAR Sisir Pulau Sabalana, 16 Penumpang KM Nurul Salsa Masih Dicari

HARI KEDELAPAN - Kapal nelayan turut melakukan pencarian 16 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu (15/7/2026) lalu. Pencarian korban memasuki hari kedelapan. (Dok Unhas TV)

SELAYAR, UNHAS.TV - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengintensifkan pencarian penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar.

Memasuki hari kedelapan, Kamis (23/7/2026), operasi difokuskan di kawasan Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan evaluasi pencarian sebelumnya.

Kapal motor tersebut dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7/2026). Dalam operasi hari kedelapan, tim membagi wilayah pencarian ke dalam dua sektor untuk memperluas jangkauan penyisiran.

Search and Rescue Unit atau SRU pertama menggunakan KN SAR Pacitan dan rigid inflatable boat. Tim ini menyisir bagian timur Kepulauan Sabalana, terutama pulau-pulau tidak berpenghuni yang dinilai berpotensi menjadi lokasi terdamparnya korban.

SRU kedua yang menggunakan KLM Mattoangin bergerak di sektor barat Kepulauan Sabalana. Penyisiran dilakukan di sepanjang perairan dan pulau-pulau kecil di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan KM Nurul Salsa mengangkut 78 orang. Hingga hari kedelapan pencarian, 59 orang telah ditemukan selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, dan 16 orang lainnya masih dalam pencarian.

Namun, identitas salah satu jenazah yang ditemukan belum dapat dipastikan sebagai penumpang KM Nurul Salsa. Basarnas masih menunggu hasil identifikasi dari tim Disaster Victim Identification atau DVI.

“Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah merupakan salah satu penumpang KM Nurul Salsa. Kami masih menunggu informasi dari tim DVI,” kata Andi Sultan.

Menurut Andi Sultan, cuaca menjadi tantangan utama selama operasi pencarian. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana membuat pergerakan personel dan alat utama harus dilakukan secara lebih hati-hati. Kondisi itu, kata dia, tidak mengurangi intensitas pencarian.

Selain menyisir Kepulauan Sabalana, tim SAR gabungan memperluas pemantauan ke arah perairan Nusa Tenggara Barat. Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kemungkinan pergerakan korban mengikuti arus laut.

Seluruh unsur di lapangan juga diminta menjaga komunikasi dan menyesuaikan pola pencarian dengan perkembangan cuaca. Evaluasi hasil penyisiran dilakukan secara berkala untuk menentukan sektor yang perlu kembali diperiksa.

Basarnas memastikan operasi akan terus dioptimalkan selama masa perpanjangan pencarian. Personel, kapal SAR, serta unsur potensi SAR lainnya yang masih berada di lokasi kejadian tetap dikerahkan untuk mencari para penumpang yang belum ditemukan.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)