Mahasiswa
Sulsel

Dukung Wisata Lokal, Mahasiswa KKN-T Unhas Promosikan UMKM Bonto Salluang Lewat Website Desa

PROMOSI UMKM - Mahasiswa KKN-T Unhas mempromosikan UMKM di Desa Bonto Salluang lewat website resmi desa. (Dok KKN-T Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng.

Penanggung jawab kegiatan, Moh Alif Akbar Abidin B mengatakan program ini dirancang untuk membantu memperkenalkan produk-produk UMKM setempat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendukung potensi wisata Desa Bonto Salluang dengan memudahkan wisatawan menemukan produk lokal dan oleh-oleh khas desa.

"Program ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN-T dalam mendukung digitalisasi dan promosi potensi ekonomi desa. Kami berupaya membantu pelaku usaha kecil agar produknya lebih dikenal luas dan mampu bersaing di era digital," ujar Alif, mahasiswa Program Studi Manajemen itu.

Dalam pelaksanaannya, Alif menambahkan fitur khusus UMKM pada website desa yang telah dibuat oleh kelompok KKN-T. Fitur ini berfungsi sebagai etalase digital yang menampilkan berbagai produk unggulan pelaku usaha di Desa Bonto Salluang.

Selain itu, ia juga mengintegrasikan tag lokasi (geotagging) pada setiap profil usaha, sehingga pengunjung website dapat dengan mudah mengetahui posisi masing-masing UMKM.

Alif menjelaskan, fitur tag lokasi dalam program ini bertujuan memudahkan calon pembeli yang ingin berkunjung langsung ke lokasi usaha serta membantu memetakan persebaran UMKM di seluruh wilayah desa.

Ia menambahkan, dengan adanya fitur tersebut, wisatawan yang berkunjung ke Bonto Salluang dapat dengan mudah menemukan oleh-oleh khas atau produk lokal yang ingin dibeli.

"Melalui program ini, saya ingin membantu memperkenalkan setiap usaha kecil yang ada di Bonto Salluang sekaligus mendukung potensi wisata desa. Semoga dengan ini, pengunjung website maupun wisatawan yang datang bisa lebih mudah menemukan produk-produk unggulan desa kita," tegasnya. (*)