Mahasiswa
Sosial

Tim PPK Space FT Unhas Bawa Teknologi Pendeteksi Longsor ke Lonjoboko, Warga Diajak Mitigasi Bencana

MITIGASI LONGSOR - Mahasiswa yang tergabung dalam Tim PPK Ormawa SPACE Fakultas Teknik Unhas menggelar seminar program kerja di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026) lalu. Program mereka mengangkat Mitigasi Longsor Desa Lonjoboko. (Dok PPK Ormawa Space)

GOWA, UNHAS.TV - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SPACE Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) menggelar seminar program kerja di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026) lalu.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana longsor.

Tim PPK Ormawa SPACE FT Unhas beranggotakan 15 mahasiswa S1 Unhas dari berbagai program studi. Mereka datang dengan agenda pengabdian berbasis kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah desa, kelompok warga, akademisi, dan mitra eksternal.

Seminar itu tidak hanya menjadi forum pemaparan rencana kerja. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik dan kondisi warga Desa Lonjoboko yang hidup di wilayah dengan potensi longsor.

Dalam forum tersebut, tim mahasiswa menekankan bahwa mitigasi bencana tidak cukup dilakukan saat bencana terjadi.

Mitigasi perlu dibangun sejak awal melalui edukasi, teknologi, dan kerja sama warga. Karena itu, program yang disusun tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pendidikan masyarakat.

Program utama yang diperkenalkan bernama Pakkatuju. Program ini memuat sosialisasi, pelatihan, dan simulasi mitigasi bencana longsor pada tahap pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana.

Kegiatan yang dilakukan tim PPK Ormawa SPACE FT Unhas itu juga dilengkapi co-design serta Game Based Preparedness Education bagi anak-anak desa.

Tim juga menyiapkan program Appalamung, yaitu gerakan konservasi melalui penanaman pohon. Program ini dirancang untuk membantu menjaga kestabilan tanah dan memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan.

Website Desa Terintegrasi

Pada aspek teknologi, tim menghadirkan Pa’biritta, yakni pengembangan website desa terintegrasi. Website ini diharapkan memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa, terutama dalam penyebaran informasi kebencanaan.



MITIGASI LONGSOR - Mahasiswa yang tergabung dalam Tim PPK Ormawa SPACE Fakultas Teknik Unhas menggelar seminar program kerja di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026) lalu. Program mereka mengangkat Mitigasi Longsor Desa Lonjoboko. (Dok PPK Ormawa Space)


Selain itu, tim memperkenalkan Sikatutui, alat pendeteksi longsor berbasis Internet of Things atau IoT. Alat ini dirancang sebagai sistem peringatan dini yang terhubung dengan website desa.

Ketua Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH, Andi Khusnul Rijal Rivai, mengatakan program tersebut lahir dari semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat desa.

Ia menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari keterlibatan warga dan manfaat nyata yang mereka rasakan.

Pemerintah Desa Lonjoboko menyambut program itu. Sekretaris Desa Lonjoboko, Masnaeni, dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Lonjoboko, Abdul Salam, menyampaikan apresiasi terhadap rencana kerja mahasiswa.

Mereka meminta komunikasi dengan pemerintah desa tetap dijaga dan masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap kegiatan.

Setelah pemaparan program, tim PPK Ormawa SPACE FT Unhas dan pemerintah desa menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerja sama. Dosen pembimbing, Ir. Dewa Sagita Alfadin Nur, berharap kegiatan ini menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat.

Ia mengatakan kesadaran bersama menjadi modal penting untuk mewujudkan Desa Lonjoboko sebagai desa tangguh bencana. (*)