Mahasiswa
News

Chemfest 2026 Resmi Ditutup, Deretan Juara Nasional Diumumkan dari IPB hingga Undip

JUARA - mahasiswa Teknik Unhas, Dimas Afif Priandani dan Muhammad Akbar Surya Mahesa, tampil sebagai juara pertama kategori infografis di ajang Chemistry Festival 2026. (unhas tv/venny septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Chemistry Festival 2026 resmi ditutup di Auditorium Prof. A. Amiruddin FK Unhas, Minggu (15/2/2026). Penutupan yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan itu menjadi akhir dari rangkaian kompetisi nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Kimia Universitas Hasanuddin.

Sejak dibuka sehari sebelumnya, Chemfest 2026 mencatat partisipasi 393 mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia.

Dari ratusan peserta tersebut, sebanyak 36 finalis yang tergabung dalam 15 tim berhasil melaju ke babak akhir pada tiga cabang lomba: karya tulis ilmiah, business plan, dan infografis.

Suasana auditorium sore itu dipenuhi finalis, dosen pendamping, serta tamu undangan dari pemerintah daerah. Hadir mewakili Pemerintah Kota Makassar, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, Haidil Adha SSos MM.

Sementara dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri MSi MPsi Psikolog, turut memberikan sambutan.

Prof Jufri menegaskan bahwa Chemfest bukan sekadar ajang perlombaan. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan ruang pembinaan generasi muda agar terbiasa berpikir kritis dan inovatif dalam menjawab tantangan pembangunan.

“Chemfest ini bukan hanya lomba, tetapi wadah untuk membangun pola pikir kritis dan inovatif mahasiswa. Harapannya, riset-riset yang lahir dari ajang ini dapat terus dikembangkan dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Haidil Adha mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Chemfest sebagai bagian dari penguatan budaya riset di kalangan mahasiswa.

Ia menegaskan dukungan pemerintah kota terhadap kegiatan akademik dan inovasi generasi muda yang berorientasi pada solusi.

Memasuki sesi awarding, satu per satu nama pemenang diumumkan. Pada kategori karya tulis ilmiah, posisi juara tiga diraih tim dari IPB University. Juara dua diraih Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan juara pertama disabet Universitas Diponegoro.

Di kategori business plan, juara tiga diraih Universitas Brawijaya. Posisi kedua ditempati Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, sementara gelar juara pertama kembali diraih Universitas Diponegoro, menegaskan dominasi mereka pada kompetisi tahun ini.

Adapun pada kategori infografis, juara tiga kembali diraih IPB University. Juara dua diraih Universitas Jember, dan juara pertama berhasil dipertahankan tuan rumah, Universitas Hasanuddin.

Dua mahasiswa Unhas, Dimas Afif Priandani dan Muhammad Akbar Surya Mahesa, yang keluar sebagai juara pertama kategori infografis, mengaku telah mempersiapkan diri sejak beberapa minggu sebelum lomba digelar.

Mereka menyebut kemenangan tersebut diraih melalui latihan intensif dan kepercayaan diri yang terbangun selama proses persiapan.

Dimas mengungkapkan, dibandingkan tahun sebelumnya, Chemfest 2026 menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan maupun cakupan peserta yang semakin luas.

Ia juga mengaku bangga dapat bertemu dan berjejaring dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

Sementara itu, Muhammad Akbar menilai tema yang diangkat dalam kompetisi tahun ini relevan dengan konsep keberlanjutan yang banyak dibahas di berbagai disiplin ilmu, termasuk teknik. Hal itu, menurutnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.

Dengan berakhirnya Chemfest 2026, panitia berharap semangat kompetisi dan inovasi yang telah terbangun tidak berhenti di podium juara.

Ajang ini diharapkan terus menjadi ruang pertemuan ide dan kolaborasi nasional mahasiswa kimia, sekaligus mendorong lahirnya riset dan gagasan yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)