Makassar

Percepat Program Penurunan Stunting, DPPKB Makassar Perkuat Program Quick Wins

Kepala DPPKB Kota Makassar Drs Andi Irwan Bangsawan MSi saat hadir di Studio Unhas TV, 20 Januari 2026 lalu. (unhas tv/ Moh Resha Maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat percepatan pembangunan keluarga dan penurunan angka stunting melalui implementasi Program Quick Wins.

Program strategis nasional yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN itu menyasar langsung keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan Program Quick Wins menjadi prioritas nasional yang dilaksanakan secara terintegrasi di daerah.

Di Makassar, program ini dijalankan dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

“Quick Wins dirancang untuk menyentuh langsung keluarga. Di dalamnya terdapat lima program utama yang saling terintegrasi dan berorientasi pada pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan,” kata Irwan saat ditemui di Unhas TV, Selasa, 20 Januari 2026.

Salah satu program utama adalah Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Melalui Genting, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Irwan menyebutkan, kontribusi dana CSR untuk pencegahan stunting di Kota Makassar pada tahun sebelumnya mencapai hampir Rp2 hingga Rp3 miliar.

Angka tersebut, menurut dia, mencerminkan semakin kuatnya kesadaran bahwa penanganan stunting bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

“Dengan Genting, kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga berisiko stunting mendapatkan pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Empat Progam Quick Wins

Selain Genting, DPPKB Makassar juga mengimplementasikan empat program Quick Wins lainnya, yakni Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gatik (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Super Apps Keluarga Indonesia, serta Lansia Berdaya.

Seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan dan kualitas keluarga dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia.

Tamasya, misalnya, difokuskan pada penyediaan lingkungan pengasuhan yang aman dan ramah anak. Sementara Gatik mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak.

Adapun Super Apps Keluarga Indonesia berfungsi sebagai platform digital yang memudahkan akses informasi dan layanan keluarga, sedangkan Lansia Berdaya diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok usia lanjut.

Menurut Irwan, pendekatan pembangunan keluarga yang komprehensif menjadi kunci dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan, serta akses layanan dasar.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Makassar mengalami penurunan signifikan. Angkanya turun dari 25,6 persen menjadi 22,9 persen.

“Penurunan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan memastikan seluruh program berjalan efektif di lapangan,” kata Irwan.

DPPKB Makassar menargetkan penurunan stunting terus berlanjut melalui penguatan Program Quick Wins, dengan menjadikan keluarga sebagai pusat intervensi pembangunan manusia.

(Ahmad Ghiffary M / Unhas TV)