MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmennya mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Dukungan tersebut mencakup pelayanan sosial-keagamaan, mulai dari pemandian jenazah hingga penyediaan ambulans dan kebutuhan dasar pemakaman bagi warga kurang mampu.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, saat menerima kunjungan pengurus Yayasan Tajdidul Imam di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Makassar, Balai Kota, Selasa (27/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah bentuk kerja sama yang selama ini telah berjalan antara pemerintah kota dan yayasan yang bergerak di bidang pelayanan kemanusiaan.
Menurut Zulkifly, dukungan Pemkot Makassar terhadap Yayasan Tajdidul Imam bukan hal baru. Sejumlah pertemuan telah dilakukan, terutama untuk membahas layanan pemandian jenazah serta agenda keagamaan lainnya.
Pemerintah kota, kata dia, pada prinsipnya memberikan ruang dan dukungan bagi lembaga-lembaga yang bekerja untuk kepentingan umat.
“Pak Wali Kota sudah memberikan lampu hijau kepada yayasan maupun pihak-pihak yang bergerak di bidang pelayanan keagamaan. Ini bagian dari upaya pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujar Zulkifly.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan satu unit mobil ambulans. Namun, Zulkifly menegaskan bahwa mekanisme yang digunakan saat ini adalah pinjam pakai, bukan hibah.
Alasannya, kendaraan tersebut merupakan hasil pengadaan tahun anggaran 2025 sehingga belum memenuhi syarat untuk dihibahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk saat ini, mekanisme yang paling tepat adalah pinjam pakai. Hibah memiliki proses dan persyaratan tersendiri,” katanya. Meski begitu, ia membuka peluang hibah di masa mendatang apabila regulasi memungkinkan.
Bantuan Kain Kafan 2 Ribu Lembar
Selain ambulans, Pemkot Makassar juga mengalokasikan anggaran pengadaan kain kafan bagi warga kurang mampu melalui Dinas Sosial. Tahun lalu, pemerintah menyediakan sekitar 1.300 kain kafan. Pada 2026, jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 2.000 lembar.
Zulkifly menegaskan bahwa bantuan kain kafan hanya diberikan kepada warga tidak mampu dengan persyaratan administratif yang jelas, termasuk surat keterangan tidak mampu dan kepemilikan KTP Makassar.
Penyalurannya dilakukan langsung melalui Dinas Sosial untuk menghindari potensi kecemburuan sosial.
Sementara itu, terkait insentif bagi pemandi jenazah, Zulkifly mengakui belum ada penambahan hingga saat ini. Pemerintah kota, kata dia, masih mencari formula yang tepat agar program tersebut dapat ditingkatkan.
Adapun kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan telah masuk dalam program prioritas, meski tetap mensyaratkan kategori pekerja rentan.
Ketua Pembina Yayasan Tajdidul Imam, KH Sudirman, mengapresiasi dukungan Pemkot Makassar yang dinilainya berdampak langsung pada layanan kemanusiaan yayasan. Ia menyebut fasilitas pinjam pakai ambulans sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah.
“Kerja sama dengan pemerintah berjalan baik. Bantuan ini sangat membantu operasional kami,” kata Sudirman.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan, termasuk perlindungan bagi lebih dari 100 pemandi jenazah yang tergabung sebagai relawan, mengingat tingginya risiko kerja yang mereka hadapi.
Yayasan Tajdidul Imam berharap kolaborasi dengan Pemkot Makassar dapat terus berlanjut agar pelayanan sosial-keagamaan kepada masyarakat semakin optimal. (*)
Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly, menerima kunjungan pengurus Yayasan Tajdidul Imam di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Makassar, Balai Kota, Selasa (27/1/2026). (dok pemkot makassar)
-300x156.webp)







