Mahasiswa
Pendidikan

Teknik Informatika Unhas Latih UMKM Bolu Pisang, Branding Lewat AI untuk Dongkrak Penjualan

WORKSHOP - Kepala Departemen Teknik Informatika Unhas Prof Dr Ir Indrabayu ST MT MBus Sys menyerahkan cenderamata usai workshop bertema Strategi Branding dan Content Marketing Berbasis AI untuk Meningkatkan Awareness dan Penjualan UMKM di UMKM Rezky Polman, Jumat (17/4/2026) lalu. (Dok Indra Bayu)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Departemen Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menggelar workshop bertema Strategi Branding dan Content Marketing Berbasis AI untuk Meningkatkan Awareness dan Penjualan UMKM di UMKM Rezky Polman, Jumat (17/4/2026) lalu.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu menyasar penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam memasarkan produk lokal, khususnya bolu pisang, melalui strategi digital berbasis kecerdasan buatan.

Workshop dipimpin dosen Departemen Teknik Informatika, Novy NRA Mokobombang ST MSTM PhD, yang bertindak sebagai ketua tim pengabdian.

Dalam kegiatan itu, para pelaku UMKM setempat mendapat pembekalan mengenai pentingnya branding dalam membangun identitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Menurut Novy, minat peserta terbilang tinggi, terutama dalam memahami penggunaan teknologi digital yang mulai menjadi kebutuhan di sektor usaha kecil.

Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa Departemen Teknik Informatika dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sarjana hingga doktoral.

Keterlibatan mahasiswa, terutama dari jenjang S-1, menjadi bagian dari implementasi pembelajaran di kampus. Di sisi akademik, partisipasi itu juga membuka peluang rekognisi dalam Mata Kuliah Penguatan Kompetensi.

Selain menjadi wahana belajar bagi mahasiswa, kegiatan itu disebut memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Unhas, melalui program pengabdian tersebut, berupaya mendorong penerapan ilmu pengetahuan yang lebih dekat dengan kebutuhan riil masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM yang menghadapi persaingan pasar semakin ketat.

Dalam sesi materi, tim pengabdian menekankan bahwa branding bukan sekadar soal logo atau kemasan, melainkan cara produk dikenali dan diingat konsumen.

Bagi produk lokal seperti bolu pisang, strategi itu dinilai penting agar usaha tidak berhenti pada pasar sekitar, tetapi mampu masuk ke pasar yang lebih luas.

Karena itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai content marketing untuk meningkatkan visibilitas produk di media sosial dan berbagai platform digital.

Salah satu fokus utama workshop adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence atau AI dalam mendukung aktivitas pemasaran yang dibawakan Kadep Teknik Informatika Unhas Prof Dr Ir Indrabayu ST MT MBus Sys.

Melalui sesi praktik, peserta diperkenalkan pada penggunaan AI untuk menghasilkan ide konten, menyusun caption promosi, hingga membaca tren pasar secara lebih efisien.

Pendekatan interaktif diterapkan agar peserta tidak hanya memahami teori, melainkan langsung mempraktikkan pembuatan materi promosi berbasis AI sesuai dengan produk masing-masing.

Novy menilai integrasi AI dalam strategi pemasaran menjadi langkah penting agar UMKM tetap kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen dan arus digitalisasi usaha.

“Produk lokal seperti bolu pisang memiliki potensi besar, namun perlu didukung dengan strategi branding dan pemasaran digital yang tepat agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pihak UMKM Rezky Polman menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop tersebut. Mereka menilai materi yang diberikan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi juga memberi wawasan baru yang bisa langsung diterapkan dalam aktivitas pemasaran sehari-hari.

Bagi pelaku usaha, pengenalan teknologi digital seperti AI dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan awareness produk sekaligus mendorong penjualan.

Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Informatika Unhas menegaskan peran kampus tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai mitra pemberdayaan masyarakat.

Bagi UMKM, terutama yang mengandalkan kekuatan produk lokal, penguasaan teknologi pemasaran digital kini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan berkembang.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)