MAKASSAR, UNHAS.TV - Lomba Fahmil Qur’an menjadi salah satu cabang yang menyita perhatian dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQM) Universitas Hasanuddin.
Kompetisi yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Jumat (6/3/2026), itu menguji wawasan keislaman mahasiswa melalui format cerdas cermat antar tim.
Dalam lomba tersebut, peserta dihadapkan pada berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Materi yang diujikan tidak hanya seputar pemahaman ayat, tetapi juga mencakup ilmu tajwid, tafsir dasar, hingga pengetahuan umum tentang ajaran Islam.
Setiap tim terdiri dari tiga orang peserta yang harus bekerja sama menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Format kompetisi yang mengandalkan kecepatan respons membuat suasana perlombaan berlangsung tegang sekaligus kompetitif.
Para peserta terlihat sigap menekan bel dan berdiskusi singkat sebelum memberikan jawaban kepada dewan juri.
Lomba Fahmil Qur’an merupakan salah satu cabang yang cukup diminati dalam MTQM Unhas karena memadukan unsur pengetahuan, ketelitian, serta kerja sama tim.
Para peserta dituntut tidak hanya memahami isi Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengingat dan menjelaskan kandungan ayat secara tepat dalam waktu singkat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, tim yang terdiri dari Atikah, Al-Haura binti Darwis Firman, dan Fauziah Kamaruddin berhasil meraih juara pertama. Ketiganya berasal dari fakultas berbeda, yakni Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Kedokteran.
Menariknya, tim tersebut tidak terbentuk dari organisasi kampus yang sama. Mereka justru dipertemukan melalui kegiatan organisasi di luar kampus sebelum akhirnya memutuskan membentuk tim dan mengikuti lomba Fahmil Qur’an dalam MTQM Unhas tahun ini.
Al-Haura mengatakan kompetisi tersebut memberikan manfaat besar bagi peserta karena mendorong mereka untuk kembali mempelajari dan mendalami Al-Qur’an. “Sangat bermanfaat karena bisa kembali mempelajari Al-Qur’an dan mendalami ilmunya,” ujarnya.
Sementara itu, Atikah mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba Fahmil Qur’an. Meski sempat merasa gugup, ia justru menikmati atmosfer kompetisi yang menurutnya sangat menantang. “Ini pertama kali saya ikut lomba ini. Atmosfernya seru sekali dan bikin nagih,” katanya.
Fauziah menambahkan bahwa kompetisi tersebut memberinya banyak wawasan baru. Ia menilai pertanyaan yang diajukan dalam lomba Fahmil Qur’an MTQM Unhas cukup beragam dan memperkaya pengetahuan peserta tentang Al-Qur’an.
“Banyak sekali insight baru yang saya dapatkan. Awalnya kami juga sempat ragu, tetapi ternyata bisa meraih juara satu,” ujarnya.
Keberhasilan tim tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an, latihan yang konsisten, serta kerja sama tim menjadi kunci penting dalam lomba Fahmil Qur’an.
Melalui cabang lomba ini, panitia MTQM Universitas Hasanuddin berharap mahasiswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami makna serta kandungan ayatnya secara lebih luas.
Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
FAHMIL QURAN - Mahasiswa peserta Fahmil Quran di MTQM Unhas dari kiri, Atikah, Al-Haura (tengah), Fauziah (tidak kacamata) usai mengikuti dan dinyatakan juara 1 di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Kampus Unhas, Jumat (6/3/2026). (unhas tv/venny septiani)

-300x169.webp)






