BUDAPEST, UNHAS.TV — Legenda Arsenal, Thierry Henry, mempertanyakan keputusan pelatih Mikel Arteta menunjuk Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor penalti kelima dalam final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Bek asal Brasil itu gagal menjalankan tugasnya dan Arsenal kalah dalam adu penalti di Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari.
PSG back to back alias sukses mempertahankan gelar Juara Liga Champions Eropa setelah menang lewat drama penalti dengan skor 4-3 (1-1).
Arsenal sebelumnya sempat menjaga asa setelah Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli sukses mencetak gol dari titik putih. Eberechi Eze sebagai penendang keempat gagal menuntaskan eksekusinya.
Kemudian Gabriel, yang maju sebagai penendang kelima atau terakhir, gagal menjalankan tugas. Bola sepakannya melambung di atas mistar gawang PSG yang dijaga Sofonov.
Henry menilai keberanian Gabriel tetap layak dihormati. Namun ia tak memahami bagaimana bek tengah itu akhirnya dipilih menjadi eksekutor penentu.
“Saya selalu mengatakan, ketika seseorang maju mengambil penalti, saya akan selalu menghormatinya,” kata Henry saat menjadi analis CBS Sports.
“Tapi saya tidak tahu mengapa dia maju (dipilih). Saya tidak tahu bagaimana dia bisa menjadi penendang kelima,” ujar mantan penyerang Arsenal itu.
“Cara dia bermain sepanjang musim dan malam ini luar biasa. Tapi dia gagal (ekeskusi penalti penentuan). Dia tidak bersembunyi (atas kegagalan itu),” sebutnya dikutip dari The Sun.
Sebelum pertandingan, Henry ikut membawa trofi Liga Champions bersama mantan pemain PSG, Presnel Kimpembe.
Beberapa jam kemudian, ia menyaksikan Arsenal kembali menelan kekalahan menyakitkan di panggung Eropa. Hal yang sama dialami waktu menjadi kapten Arsenal saat jumpa Barcelona di final Liga Champions 2009. Ia gagal juara, tapi kemudian menang saat membela Barcelona.
Keputusan Arsenal menunjuk Gabriel menjadi sorotan karena sejumlah eksekutor utama sudah tidak berada di lapangan saat adu penalti dimulai.

PENALTI KELIMA - Legenda Arsenal, Thierry Henry, turut hadir di ajang bergengsi di Budapest. Ia mempertanyakan keputusan Arteta memilih Gabriel sebagai penendang kelima. (Tangkapan layar The Sun/AFP)
Bukayo Saka dan Kai Havertz telah diganti sebelum babak tambahan berakhir. Namun Arsenal masih memiliki pemain lain seperti Noni Madueke dan Martin Zubimendi.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengatakan Gabriel memang meminta menjadi penendang kelima. Menurut dia, Arsenal telah menyiapkan kemungkinan adu penalti dalam latihan. Namun situasi pertandingan membuat daftar penendang berubah.
“Dia ingin mengambil (penalti) nomor lima,” kata Arteta. “Biasanya penendang penalti kami adalah Bukayo, Martin, dan Kai. Hari ini kami tahu jika pertandingan masuk babak tambahan dan penalti, penendangnya akan berbeda.”
Arteta mengatakan Eze selama latihan hampir tak pernah gagal dalam mengeksekusi penalti. Namun tekanan final berbeda. “Anda harus melakukannya pada momen seperti ini,” ujarnya.
Arteta mengakui PSG lebih efisien. Ia menyebut kekalahan itu harus diterima, dicerna, lalu diubah menjadi bahan bakar untuk berkembang.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG dan Luis Enrique. Menurut saya, mereka tim terbaik di dunia,” kata Arteta. (*)
GAGAL PENALTI - Bek Arsenal Gabriel sangat kecewa setelah gagal mengeksekusi penalti ke gawang PSG yang berujung kegagalan di Liga Champions. (Tangkapan layar The Sun)


-300x168.webp)


-300x169.webp)


