MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Magang Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan seminar pemaparan rencana kegiatan sebagai tahap awal program magang di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mamasa Timur dan Mamasa Tengah, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan MKPK yang bertujuan memperkenalkan rencana kerja mahasiswa sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak pengelola KPH.
Melalui forum tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai program yang akan dijalankan selama masa magang di lapangan.
Koordinator Tim Magang, Alferimaska, menjelaskan bahwa program kerja yang dirancang mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari pengenalan instansi dan observasi lapangan hingga kegiatan administratif.
“Mahasiswa juga akan mengimplementasikan teknik silvikultur seperti agroforestry serta rehabilitasi hutan dan lahan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, mahasiswa direncanakan terlibat dalam kegiatan monitoring rehabilitasi hutan, pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK), serta pengamatan terhadap kondisi lingkungan, keanekaragaman hayati, dan aspek sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
“Melalui seminar ini, kami berharap rencana kegiatan yang telah disusun dapat disesuaikan dengan kondisi dan prioritas di KPH Mamasa Timur dan Mamasa Tengah, sehingga pelaksanaannya bisa lebih efektif dan memberikan manfaat nyata,” ujar Alferimaska.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalankan program magang di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mamasa Timur dan Mamasa Tengah, Senin (13/4/2026). (Dok Fahutan Unhas)
Sementara itu, Kepala KPH Mamasa Timur dan Mamasa Tengah, Asri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan magang akan difokuskan pada tiga komponen utama, yakni pengenalan kelembagaan KPH, perencanaan, serta praktik langsung pengelolaan hutan.
“Ketiga aspek ini penting agar mahasiswa dapat memahami secara menyeluruh proses pengelolaan hutan di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap tahapan kegiatan agar pengalaman yang diperoleh selama magang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
Dalam sesi diskusi, pihak KPH turut memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait pelaksanaan program di lapangan.
Salah satunya adalah pentingnya pendekatan partisipatif dengan masyarakat sekitar hutan, serta pemahaman mendalam terhadap kondisi biofisik wilayah sebelum pelaksanaan kegiatan.
Seminar berlangsung interaktif dengan adanya dialog antara mahasiswa dan pihak KPH yang membahas berbagai tantangan serta peluang dalam pengelolaan hutan di wilayah Mamasa Timur dan Mamasa Tengah.
Melalui kegiatan ini, Asri berharap, seluruh rencana program magang mahasiswa MKPK Fahutan Unhas dapat berjalan optimal serta memberikan kontribusi positif, baik dalam peningkatan kompetensi mahasiswa maupun dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di wilayah KPH.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Mahasiswa Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan menjelaskan program magang di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mamasa Timur dan Mamasa Tengah, Senin (13/4/2026). (Dok Fahutan Unhas)


-300x167.webp)





