Mahasiswa
Pendidikan

KKN-T 116 Unhas Edukasi Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Barang Bekas di 3 Sekolah Desa Bonto Salluang

PEMILAHAN SAMPAH - Mahasiswa KKN-T Unhas Ar Naufal Inatzan Liong melakukan Program Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Non-Organik serta Pembuatan Kerajinan Tangan dari Barang Bekas di salah satu SD di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (4/8/2026). (Dok KKN Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Non-Organik serta Pembuatan Kerajinan Tangan dari Barang Bekas di tiga sekolah yang berada di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

Program yang diinisiasi oleh Ar Naufal Inatzan Liong ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan kreativitas melalui pemanfaatan kembali barang bekas yang masih layak digunakan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui edukasi yang dikemas secara interaktif, meliputi penyampaian materi, diskusi, permainan edukatif, dan praktik langsung.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 menjelaskan perbedaan antara sampah organik dan non-organik beserta contoh-contohnya yang sering dijumpai di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Selanjutnya, peserta diajak mempraktikkan cara memilah sampah menggunakan tempat sampah yang telah diberi label organik dan non-organik.

Melalui praktik tersebut, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Selain memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 juga mengajak siswa membuat kerajinan tangan dari barang bekas yang masih layak digunakan.

Berbagai bahan, seperti botol plastik, kardus bekas, kertas, dan kemasan makanan dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah, melainkan dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat sekaligus mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan.

Ar Naufal Inatzan Liong menjelaskan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terus diterapkan hingga dewasa.

Menurutnya, pemahaman mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah.

Kepala Desa Bonto Salluang, Marsuki SSos mengapresiasi pelaksanaan program kerja yang dilakukan mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin.

Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah di lingkungan sekolah merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

"Alhamdulillah, salah satu program dari adik-adik KKN Unhas adalah edukasi terkait pemilahan sampah yang dilaksanakan di sekolah dasar di Desa Bonto Salluang," ujarnya.

"Saya kira kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membiasakan diri memisahkan dan memilah sampah sejak dini," lanjut Marsuki.



CENDERAMATA - Mahasiswa KKN-T Unhas Ar Naufal Inatzan Liong menyerahkan cenderamata dalam Program Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Non-Organik serta Pembuatan Kerajinan Tangan dari Barang Bekas di salah satu SD di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (4/8/2026). (Dok KKN Unhas)


Harapannya, ketika mereka beranjak dewasa, kesadaran tersebut sudah tertanam dengan baik. Selaku pemerintah desa, Marsuki memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada adik-adik KKN yang telah memberikan edukasi kepada anak-anak.

"Semoga ilmu yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi siswa sekolah dasar di Desa Bonto Salluang," ujarnya.

Salah seorang guru yang mendampingi kegiatan turut mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada siswa mengenai jenis-jenis sampah serta manfaat pemanfaatan kembali barang bekas menjadi produk yang bernilai.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya program dari adik-adik KKN ini. Anak-anak menjadi mengetahui bahwa sampah tidak hanya terdiri atas satu jenis, tetapi ada sampah organik, non-organik, serta sampah berbahaya dan beracun.

"Mereka juga memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat," ungkapnya.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah.

Edukasi mengenai pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Bonto Salluang yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan serta upaya mitigasi perubahan iklim melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)