VENEZUELA, UNHAS.TV - Pemerintah Venezuela melaporkan jumlah korban jiwa akibat gempa pada Rabu, hingga hari ini, mencapai 235 orang. Sedikitnya lebih dari 4.300 orang terluka dan masih terus mendapatkan perawatan intensif.
Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah karena hingga saat ini tim penyelamat masih kesulitan membongkar puing-puing gedung yang runtuh akibat gempa berkekuatan 7,2 Magnitudo.
Seringkali tim penyelamat mendengar suara minta tolong serta rintihan kesakitan di balik puing-puing itu. Korban diperkirakan terbanyak di wilayah Caracas dan di La Guaria. Juan, mahasiswa kedokteran di Caracas, mengatakan bahwa ada banyak rekan kuliahnya belum ditemukan dan diperkirakan berada di bawah reruntuhan gedung.
Pada bagian lain, para dokter dan paramedis di La Guaria menyebutkan, pemerintah menyediakan dua rumah sakit sebagai pusat perawatan. Akibat korban yang begitu banyak, mereka kesulitan memberikan layanan medis, terlebih karena pasokan obat-obatan juga makin menipis.
"Kedaaan makin kritis karena pasokan obat-obatan sangat kurang. Fasilitas medis tidak cukup untuk melayani korban yang sangat banyak. Korban juga akan bertambah karena kami mendengar ada banyak warga yang masih terperangkap reruntuhan," kata dokter Franklin Rodriguez yang bertugas di wilayah La Guaria.
Gempa hebat itu terjadi dua kali dengan rentang waktu tidak lebih dari setengah jam. Gempa pertama berkekuatan 7,2 Magnitudo dan gempa kedua berkekuatan 7,5 Magnitudo.
Pemerintah setempat telah menyatakan gempa itu sebagai bencana nasional dan pemerintah sangat mengharapkan bantuan dari negara lain.(*)
RUNTUH - Bangunan runtuh akibat gempa di Caracas, Venezuela. Foto: X @Cristiancrespoj




-300x176.webp)

_1-300x169.webp)

