MAKASSAR, UNHAS.TV - Duta Besar (Dubes) Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, melakukan kunjungan ke fasilitas Closed House Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (2/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dubes Thailand berkeliling meninjau dua unit Closed House sambil mengamati pengembangan bibit ayam yang dikembangkan oleh Unhas.
Kunjungan ini menjadi momen istimewa karena merupakan kunjungan pertama HE Mr Prapan Disyatat ke Makassar. Ia menyampaikan apresiasinya atas kesempatan melihat langsung kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor swasta Thailand di Indonesia.
“Ini adalah pertama kalinya saya berada di Makassar, dan saya sangat senang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Universitas Hasanuddin, serta mempelajari kolaborasi antara universitas dan sektor swasta Thailand di sini," ujarnya.
"Menurut saya merupakan kontribusi yang sangat penting, baik dalam hal investasi Thailand di sini maupun dalam membantu pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” lanjut Prapan Disyatat.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada penguatan investasi Thailand di Indonesia, tetapi juga berperan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan sektor peternakan modern.
Awal dari Kolaborasi
Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyampaikan rasa hormat dan syukur atas kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan perdana ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
“Bagi kami, merupakan suatu kehormatan dan kami sangat bersyukur atas kunjungan Duta Besar Thailand ke universitas kami," kata rektor.
"Seperti yang beliau sampaikan, ini adalah kunjungan pertamanya, dan semoga akan ada kunjungan berikutnya, dengan lebih banyak kolaborasi yang dapat kami bangun antara Universitas Hasanuddin yang mewakili Indonesia timur dan Thailand,” ungkapnya.
Prof Jamaluddin juga menyinggung kedekatan historis antara Makassar dan Bangkok, yang menurutnya dapat menjadi simbol penguatan kembali hubungan kedua wilayah.
“Di Bangkok terdapat sebuah kawasan bernama Makassar, sehingga Makassar dan Bangkok perlu dipersatukan kembali, sebagaimana yang telah dilakukan oleh leluhur kita di masa lalu,” tambahnya.
Secara khusus, kunjungan ini juga menyoroti peran sektor swasta Thailand di bidang perunggasan yang telah mendukung pengembangan fasilitas produksi di Unhas.
Dua unit Closed House yang ditinjau merupakan fasilitas produksi modern untuk pengembangan ayam dan ke depan juga direncanakan untuk produksi babi.
“Kami memiliki sektor swasta yang sangat kuat di bidang perunggasan yang telah berkontribusi membantu kami menghadirkan dua kandang produksi ini. Ini merupakan salah satu fasilitas produksi terbaik yang kami miliki,” jelas Prof Jamaluddin.
Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut akan dijadikan model kerja sama antara industri dan universitas, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk kerja sama antaruniversitas antara Unhas dan perguruan tinggi di Thailand.
“Kami akan menjadikan ini sebagai model yang baik untuk kerja sama antara industri dan universitas. Kami juga berencana untuk memperluas kerja sama antaruniversitas di masa depan serta memperkuat hubungan timbal balik ini agar semakin kuat,” tutupnya.
(Achmad Ghiffary M / Moh. Resha Maharam / Unhas TV)
LIHAT KANDANG - Duta Besar Thailand untuk Indonesia, HE Mr Prapan Disyatat, melakukan kunjungan ke fasilitas Closed House Fakultas Peternakan Unhas, Senin (2/3/2026). (unhas tv/moh resha maharam)








