LONDON, UNHAS.TV - Tottenham Hotspur meraih kemenangan mengejutkan atas tuan rumah Chelsea di Stamford Bridge setelah kiper Mike Penders melakukan gol bunuh diri dan Cole Palmer menerima kartu merah, Sabtu (24/10/2026) malam.
Mathys Tel kemudian memastikan kemenangan Tottenham dalam pertandingan derbi London yang berlangsung sengit di tengah hujan.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Tottenham. Klub berjuluk Spurs itu hanya sekali menang di kandang Chelsea sejak 1990. Hasil ini sekaligus memperlihatkan rapuhnya pertahanan tuan rumah, terutama dalam mengantisipasi bola mati.
Penders, yang menjalani debut sebagai starter di Liga Primer Inggris, menjadi salah satu pusat perhatian. Kiper Chelsea itu sebenarnya beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Namun, kesalahannya saat mengantisipasi tendangan sudut Tottenham mengubah arah pertandingan.
Gol pembuka Tottenham tercipta ketika laga menyisakan 12 menit. Mateus Fernandes mengirimkan tendangan sudut ke kotak penalti Chelsea.
Penders berusaha menghalau bola dengan tinjunya, tetapi pukulannya justru mengarahkan bola ke gawang sendiri. Tekanan Jan Paul van Hecke turut menyulitkan sang kiper dalam mengantisipasi bola tersebut.
Gol itu memberi Tottenham keunggulan yang mereka cari setelah mendominasi sejumlah fase pertandingan. Chelsea kesulitan mempertahankan organisasi pertahanan, terutama ketika Tottenham memanfaatkan situasi bola mati.
Sebelumnya, pertandingan berjalan relatif seimbang meski Tottenham perlahan mengambil kendali permainan.
Hujan deras dan kondisi perjalanan menuju stadion turut mewarnai suasana derbi London tersebut. Penutupan kembali jalur District Line membuat sebagian penonton harus berjalan kaki di tengah cuaca buruk.
Pada awal laga, kedua tim kesulitan membangun serangan dengan rapi. Sejumlah umpan meleset membuat permainan berlangsung tersendat.
Palmer menjadi pemain pertama yang mengancam gawang Tottenham melalui tendangan melengkung. Namun, Antonin Kinsky berhasil menepis bola tersebut.
Tottenham kemudian meningkatkan tekanan melalui James Maddison, Fernandes, dan Sandro Tonali. Kombinasi ketiganya membantu tim tamu menguasai lini tengah. Maddison terutama berperan dalam menghubungkan lini tengah dan serangan sebelum mengalami cedera pada awal babak kedua.
Dominasi Tottenham dan Masalah Chelsea
Tottenham memperoleh beberapa peluang sebelum mencetak gol. Mathys Tel, yang aktif bergerak dari sisi kiri, bekerja sama dengan Andy Robertson untuk membuka ruang serangan.
Robertson kemudian mengirimkan bola kepada Omar Marmoush. Penyerang asal Mesir itu gagal memaksimalkan peluang setelah Penders melakukan penyelamatan ke sisi kiri.
Tak lama kemudian, Marmoush kembali menciptakan ancaman dengan mengirimkan umpan kepada Tel. Penders kembali menggagalkan peluang tersebut dengan memanfaatkan postur tubuhnya untuk mempersempit sudut tembakan.
Chelsea juga memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Kinsky sempat melakukan kesalahan ketika membuang bola, tetapi Chelsea gagal memanfaatkannya secara maksimal. Jordan Henderson melepaskan tembakan yang masih mampu dihentikan kiper Tottenham itu.

KARTU MERAH - Cole Palmer diusir keluar lapangan menjelang akhir pertandingan setelah menerima kartu kuning kedua. (Screenshot The Sun)
Morgan Rogers, yang menggantikan Joao Pedro akibat cedera, juga memperoleh peluang setelah menerima umpan Palmer. Namun, Kinsky kembali tampil sigap.
Absennya Pedro memengaruhi variasi serangan Chelsea karena Rogers tidak memberikan karakter permainan yang sama seperti penyerang tersebut.
Setelah turun minum, Tottenham kehilangan Maddison akibat cedera. Pergantian itu mengurangi kreativitas mereka dalam membangun serangan. Meski demikian, Spurs tetap lebih banyak menguasai bola, sementara Chelsea mengandalkan serangan balik.
Pedro Neto sempat mengancam melalui tembakan keras setelah menerima bola dari rangkaian serangan Chelsea.
Namun, Kinsky kembali menggagalkan peluang tersebut. Pertandingan kemudian memasuki fase yang cenderung stagnan hingga insiden antara Palmer dan Fernandes mengubah suasana.
Kartu Merah Palmer Mengunci Kemenangan Spurs
Insiden bermula ketika Fernandes menghentikan serangan balik Chelsea dengan menjatuhkan diri dan menahan bola. Palmer bereaksi dengan melakukan tindakan balasan terhadap pemain Tottenham itu.
Wasit memberikan kartu kuning kepada Palmer, sedangkan insiden tersebut memicu ketegangan di antara kedua bangku cadangan.
Situasi memburuk ketika Palmer menginjak Conor Gallagher, mantan pemain Chelsea yang kini memperkuat Tottenham. Wasit Chris Kavanagh mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Palmer. Chelsea pun harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Keunggulan jumlah pemain membuat Tottenham semakin leluasa menekan. Setelah gol bunuh diri Penders, Tel menambah keunggulan melalui penyelesaian terukur yang mengarah ke sisi kanan gawang Chelsea. Penders gagal menjangkau tembakan tersebut.
Gol kedua itu memastikan kemenangan Tottenham sekaligus mempertegas masalah Chelsea dalam mengantisipasi bola mati dan menjaga disiplin pemain.
Palmer, yang sebelumnya menjadi salah satu tumpuan serangan, justru meninggalkan timnya dalam situasi sulit setelah menerima kartu merah.
Bagi Tottenham, hasil ini menjadi modal penting setelah kemenangan pertama mereka pada musim tersebut melawan Coventry pada pekan sebelumnya.
Tim asuhan Roberto De Zerbi itu menunjukkan kemampuan memanfaatkan kelemahan lawan meski sempat menyia-nyiakan sejumlah peluang.
Kemenangan di Stamford Bridge juga memberi Spurs hasil yang jarang mereka raih dalam derbi London ini.
Sementara itu, Chelsea harus mengevaluasi pertahanan bola mati, efektivitas serangan, dan disiplin pemain jika ingin menghindari hasil serupa pada pertandingan berikutnya. (*)
MENANG - Para pemain Spurs bersukacita setelah berhasil mengalahkan Chelsea 3-0, Sabtu (24/10/2026) malam. (Screenshot The Sun)




-300x169.webp)



