Karier
Mahasiswa

Unhas Bekali Ratusan Mahasiswa Strategi Menaklukkan Seleksi Beasiswa Unggulan



BEASISWA UNGGULAN - Ratusan mahasiswa Unhas mengikuti sosialisasi Beasiswa Unggulan di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (17/7/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)


Selain dokumen administratif, sertifikat UKBI menjadi salah satu persyaratan yang harus diperhatikan calon pendaftar. Ahsan meminta mahasiswa tidak menunda pelaksanaan tes karena peserta yang memperoleh nilai di bawah standar harus menunggu sebelum dapat mengikuti ujian ulang.

“Kalau mengikuti tes hari ini dan nilainya belum memenuhi standar yang ditentukan, peserta harus menunggu 14 hari untuk mengikuti tes kembali,” ujarnya.

Kondisi tersebut berpotensi membuat calon pendaftar kehilangan kesempatan apabila masa tunggu berakhir setelah pendaftaran ditutup. Karena itu, peserta disarankan mengikuti UKBI lebih awal agar masih memiliki waktu untuk memperbaiki skor.

Ahsan mengatakan sosialisasi tidak hanya menjelaskan daftar persyaratan, tetapi juga mendorong mahasiswa menyusun jadwal persiapan.

Mereka diminta mencatat batas waktu penerbitan surat, jadwal pelaksanaan UKBI, serta tahapan penyelesaian esai agar seluruh dokumen dapat dikumpulkan tepat waktu.

Menurut dia, esai merupakan salah satu unsur penting dalam seleksi Beasiswa Unggulan. Melalui tulisan tersebut, tim penilai dapat melihat kualitas pribadi, pengalaman, prestasi, tujuan akademik, dan rencana kontribusi seorang pelamar.

“Esai menggambarkan diri kita kepada reviewer atau tim seleksi. Di sana kita harus menjelaskan mengapa kita layak menjadi penerima Beasiswa Unggulan,” kata Ahsan.

Mahasiswa diminta tidak sekadar menuliskan daftar prestasi. Esai perlu disusun dalam alur yang jelas, menghubungkan pengalaman masa lalu, kegiatan yang sedang dijalani, bidang studi yang dipilih, dan rencana yang ingin diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang.

Ahsan menyarankan peserta menyampaikan pengalaman secara konkret. Aktivitas organisasi, kegiatan sosial, penelitian, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun pencapaian akademik dapat dimasukkan sepanjang relevan dengan tujuan studi dan kontribusi yang direncanakan.

Esai juga perlu menunjukkan arah yang realistis. Pelamar harus dapat menjelaskan persoalan yang ingin diselesaikan, alasan memilih bidang keilmuan tertentu, serta manfaat pendidikan yang ditempuh bagi masyarakat.

Menurut Ahsan, uraian yang spesifik akan membantu tim penilai memahami karakter dan potensi calon penerima beasiswa.

Sosialisasi tersebut diharapkan memperbesar peluang mahasiswa Unhas untuk melewati tahap administrasi dan melanjutkan seleksi ke tahap wawancara.

Ahsan mengatakan persiapan yang matang dapat mengurangi kesalahan teknis yang kerap membuat peserta gugur sebelum kemampuan mereka dinilai lebih jauh.

Ia berharap jumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin yang menjadi penerima Beasiswa Unggulan terus meningkat. Peluang tersebut, menurut dia, dapat diraih melalui perencanaan sejak awal, kelengkapan dokumen, skor UKBI yang memenuhi persyaratan, serta esai yang kuat dan autentik.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik.

Kedisiplinan mengurus dokumen, kemampuan menyampaikan gagasan, dan kejelasan rencana masa depan turut menjadi bagian dari penilaian.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap mengikuti proses seleksi dan mampu meningkatkan daya saing. Persiapan yang dilakukan sejak dini dinilai dapat membantu peserta memanfaatkan masa pendaftaran yang singkat tanpa mengabaikan kualitas dokumen yang diajukan.

(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)