News

Unhas Buka Kelas Bahasa Taiwan, Siapkan 35 Calon Pekerja Migran

TAIWAN - Peserta kelas bahasa Taiwan di Unhas. Foto: Unhas

MAKASSAR, UNHAS.TV - Migrant Service Center Universitas Hasanuddin (MSC Unhas) bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Sulawesi Selatan membuka dan meluncurkan Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan di Hotel Unhas, Kamis (22/10/2026).

Kelas yang diikuti 35 peserta dari Sulawesi Selatan dan sejumlah daerah lain, termasuk Bogor, ini untuk membekali calon pekerja migran dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya negara tujuan. Program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan pekerja migran agar lebih siap beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Taiwan.

Ketua Migrant Service Center Unhas Dr Takdir Tahir SKep Ns MKes menyampaikan bahwa pusat layanan tersebut dikembangkan untuk mendukung proses pendampingan pekerja migran dari hulu hingga hilir. Melalui kerja sama dengan KP2MI, Unhas berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya manusia melalui pembekalan yang sesuai dengan kebutuhan calon pekerja migran.

Kelas bahasa dan budaya Taiwan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri. Seluruh biaya pelatihan ditanggung kementerian sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesiapan calon pekerja migran Indonesia. Program ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengenal kebutuhan dan persyaratan pekerjaan yang tersedia.

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas Prof Dr Amir Ilyas SH MH MKrim menyampaikan bahwa kolaborasi dengan kementerian merupakan langkah penting untuk mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja migran melalui persiapan sumber daya manusia yang lebih baik.

Ia menambahkan bahwa program tersebut berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja migran melalui persiapan yang memadai sebelum memasuki lingkungan kerja di luar negeri.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla SPd MIKom memuji dimulainya kerja sama tersebut. Ia berharap Unhas dapat menjadi salah satu kolaborator strategis pemerintah dalam mendukung program pelindungan dan peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa kelas perdana dengan 35 peserta adalah langkah awal untuk memperluas jangkauan program. Pemerintah menargetkan penempatan hingga 500 ribu pekerja migran Indonesia, sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.(*)