Internasional
Pendidikan

Unhas dan Prancis Perkuat Diplomasi Pendidikan Budaya dan Inovasi Global dari Indonesia Timur

Pertemuan strategis antara Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dengan Duta Besar Fabien Penone untuk Indonesia dan Timor Leste berlangsung hangat dan penuh visi besar dalam memperkuat diplomasi pendidikan, riset, budaya, dan inovasi global antara Indonesia dan Prancis di Hyatt Place Makassar, Kamis (14/5/2026). Pertemuan yang turut dihadiri Prof. Dr. Ir. Ambo Tuwo, DEA., selaku Konsul Kehormatan Prancis di Indonesia, serta Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., Direktur Kemitraan Unhas. (Foto: Dok.Pribadi). Pertemuan strategis antara Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dengan Duta Besar Fabien Penone untuk Indonesia dan Timor Leste berlangsung hangat dan penuh visi besar dalam memperkuat diplomasi pendidikan, riset, budaya, dan inovasi global antara Indonesia dan Prancis di Hyatt Place Makassar, Kamis (14/5/2026). Pertemuan yang turut dihadiri Prof. Dr. Ir. Ambo Tuwo, DEA., selaku Konsul Kehormatan Prancis di Indonesia, serta Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., Direktur Kemitraan Unhas. (Foto: Dok.Pribadi).

MAKASSAR, UNHAS.TV — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menerima kunjungan Duta Besar Fabien Penone untuk Indonesia dan Timor Leste dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Hyatt Place Makassar, Kamis, 14 Mei 2026.

Momentum diplomatik itu berkembang menjadi ruang strategis yang memperlihatkan semakin kuatnya arah kolaborasi Indonesia dan Prancis dalam bidang pendidikan tinggi, riset, kebudayaan, dan inovasi global di tengah peringatan lebih dari 150 tahun hubungan bilateral kedua negara.

Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ketika kedua pihak membahas peluang strategis kerja sama antara Unhas dengan Pemerintah Prancis melalui Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

Fokus pembahasan mengarah pada implementasi berbagai agenda penting dalam Deklarasi Bersama Indonesia–Prancis mengenai Strategi Kebudayaan yang sebelumnya diluncurkan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Emmanuel Macron pada 29 Mei 2025.

Dalam pertemuan itu, Rektor Unhas menegaskan kesiapan kampus merah tersebut untuk menjadi motor penggerak kolaborasi internasional di kawasan Indonesia Timur melalui pengembangan pendidikan, penguatan riset, inovasi budaya, industri kreatif, gastronomi, transformasi digital, hingga penguatan nation branding Indonesia di tingkat global.

“Universitas Hasanuddin memiliki posisi strategis sebagai perguruan tinggi utama di Indonesia Timur yang dapat menjadi penghubung penting kolaborasi internasional antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan inovasi,” ujar Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.

Pernyataan itu mencerminkan visi besar Unhas yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas jejaring internasionalnya dengan berbagai negara mitra di Eropa, Asia, Australia, hingga Timur Tengah sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus.

Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi mewarnai pertemuan antara Duta Besar Fabien Penone untuk Indonesia dan Timor Leste bersama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., saat membahas penguatan diplomasi pendidikan, riset, budaya, dan inovasi global di Makassar, Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok.Pribadi).
Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi mewarnai pertemuan antara Duta Besar Fabien Penone untuk Indonesia dan Timor Leste bersama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., saat membahas penguatan diplomasi pendidikan, riset, budaya, dan inovasi global di Makassar, Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok.Pribadi).


Hubungan antara Unhas dan institusi Prancis sejatinya telah berlangsung cukup panjang melalui berbagai kerja sama akademik, pertukaran ilmuwan, penelitian kelautan, pengembangan lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, hingga penguatan kajian sosial dan humaniora.

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia selama ini juga dikenal aktif mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia melalui program beasiswa, penguatan bahasa Prancis, kerja sama riset, serta pengembangan jejaring universitas melalui Campus France dan Institut Français Indonesia.

Makassar bahkan mulai dipandang sebagai simpul strategis baru diplomasi pendidikan dan kebudayaan Prancis di kawasan timur Indonesia karena posisinya sebagai pintu gerbang maritim, perdagangan, dan pendidikan di kawasan timur Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Prancis secara terbuka menyampaikan bahwa Makassar menjadi prioritas utama pengembangan kerja sama Prancis di Indonesia Timur.

Duta Besar Fabien Penone menegaskan komitmen Pemerintah Prancis untuk melibatkan berbagai institusi terkait dalam mempercepat realisasi program kerja sama yang konkret, terutama dalam bidang pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Prancis melihat potensi besar Makassar dan Universitas Hasanuddin sebagai mitra strategis dalam memperkuat hubungan kedua negara, khususnya di bidang pendidikan, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” kata Fabien Penone.

Sebagai langkah tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama guna mengidentifikasi program-program prioritas yang dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Tim tersebut nantinya juga akan menyusun naskah kerja sama yang membuka peluang lebih luas bagi dosen Unhas maupun dosen dari perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur untuk melanjutkan studi pascasarjana di Prancis.

Agenda itu dinilai penting mengingat Prancis merupakan salah satu pusat pendidikan dan riset dunia yang memiliki kekuatan besar dalam bidang teknologi, kebudayaan, kesehatan, maritim, energi terbarukan, kecerdasan buatan, hingga inovasi industri kreatif.

Data UNESCO dan OECD menunjukkan bahwa Prancis tetap menjadi salah satu tujuan utama pendidikan tinggi internasional dengan ribuan mahasiswa asing setiap tahun memilih melanjutkan studi di negara tersebut karena kualitas riset dan ekosistem inovasinya yang kuat.

Pertemuan strategis itu turut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Ambo Tuwo, DEA., yang juga merupakan Konsul Kehormatan Prancis di Indonesia, serta Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., selaku Direktur Kemitraan Unhas yang selama ini aktif mendorong penguatan jejaring internasional kampus.

Penyerahan buku Indonesia – Cahaya Yang Mempesona menjadi simbol hangat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis saat Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, bertemu dengan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., di Makassar, Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok.Pribadi).
Penyerahan buku Indonesia – Cahaya Yang Mempesona menjadi simbol hangat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis saat Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, bertemu dengan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., di Makassar, Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok.Pribadi).


Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas juga menerima buku berjudul Indonesia – Cahaya Yang Mempesona dari Duta Besar Prancis sebagai simbol persahabatan dan hubungan panjang antara kedua negara.

“Buku itu ditulis untuk mengenang 150 Tahun Hubungan Indonesia–Prancis,” ungkap Prof. Dr. Ir. Ambo Tuwo, DEA.

Kehadiran Prof. Dr. Ir. Ambo Tuwo, DEA., dipandang memiliki makna simbolik dan arti tersendiri karena ia merupakan salah satu figur penting yang selama ini berperan dalam mempererat hubungan akademik, kebudayaan, dan diplomasi antara Prancis dan kawasan timur Indonesia.

Di akhir pertemuan, Duta Besar Prancis juga secara resmi mengundang Rektor Unhas untuk menghadiri Forum Kerja Sama Prancis–Indonesia untuk Pendidikan Tinggi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan yang akan berlangsung di Kota Angers, Prancis, pada 1 hingga 3 Juli 2026.

Forum internasional tersebut diproyeksikan menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi Indonesia dan Prancis untuk memperluas jejaring kerja sama di tengah meningkatnya kebutuhan kolaborasi global dalam menghadapi tantangan masa depan dunia.

Pertemuan di Makassar itu akhirnya menjadi penanda semakin besarnya peran Unhas sebagai simpul diplomasi pengetahuan, kebudayaan, dan inovasi global dari Indonesia Timur menuju panggung dunia.(*)