Karier
Pendidikan

Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar, Jumlah Profesor Aktif Capai 487 Orang

GURU BESAR - Unhas mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Ilmu Budaya, Jumat (17/7/2026). (Unhas TV / Moh Resha Maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Ilmu Budaya. Penambahan tersebut membuat jumlah guru besar aktif di kampus itu mencapai 487 orang.

Pengukuhan berlangsung dalam rapat paripurna Senat Akademik Universitas Hasanuddin di lantai dua Gedung Senat Akademik, Makassar, Jumat (17/7/2026).

Ruangan dipadati keluarga, kerabat, dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika yang menyaksikan prosesi akademik tersebut.

Tiga dari empat profesor yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Satu profesor lainnya berasal dari Fakultas Ilmu Budaya.

Profesor Darwis dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia. Darwis tercatat sebagai anggota Dewan Profesor ke-625 Universitas Hasanuddin.

Selanjutnya, Profesor Muhammad Yunus dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Manajemen Publik. Ia menjadi anggota Dewan Profesor ke-626 Unhas.

Profesor Mohammad Thahir Haning dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Administrasi Pembangunan. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Profesor ke-627.

Adapun Profesor Kaharuddin dari Fakultas Ilmu Budaya dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Fonologi. Kaharuddin menjadi anggota Dewan Profesor ke-628 Universitas Hasanuddin.

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan pengukuhan empat guru besar tersebut memperlihatkan produktivitas sivitas akademika dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Prof Jamaluddin, Unhas terus mengejar posisi teratas berdasarkan proporsi jumlah guru besar dibandingkan dengan keseluruhan dosen.

Dari sisi jumlah, kata dia, Unhas kemungkinan berada pada urutan kedua secara nasional. Namun, jika dihitung berdasarkan persentase profesor terhadap total dosen, Unhas berada di posisi pertama.

“Ini minimal menjadi indikasi awal bahwa kita bersemangat, tetap produktif, dan berusaha menjadi inspirasi bagi dosen-dosen muda,” kata Jamaluddin seusai pengukuhan.

Ia berharap pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut tidak berhenti sebagai penghargaan pribadi. Para guru besar diharapkan mampu melahirkan pemikiran, riset, dan solusi strategis yang menjawab persoalan masyarakat.

Jamaluddin juga meminta para profesor baru menjadi penggerak budaya akademik di lingkungan kampus. Menurut dia, gagasan-gagasan para guru besar harus dapat memperkuat reputasi Universitas Hasanuddin di tingkat nasional maupun internasional.

Pengukuhan ini sekaligus memperkuat posisi Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi dengan proporsi guru besar tertinggi di Indonesia.

Bertambahnya jumlah profesor diharapkan meningkatkan mutu pembelajaran, produktivitas riset, publikasi ilmiah, serta inovasi yang berdampak bagi pembangunan.

Dengan tambahan empat profesor tersebut, jumlah guru besar aktif Universitas Hasanuddin kini mencapai 487 orang.

Unhas menargetkan para guru besar dapat memperluas kolaborasi keilmuan dan memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun global.

(Zulkarnaen Taufik / Moh Resha Maharam / Unhas TV)