NOTTINGHAM, UNHAS.TV - Manajer Aston Villa Unai Emery meluapkan kekecewaannya terhadap VAR setelah timnya kalah 0-1 dari Nottingham Forest pada leg pertama semifinal Liga Europa di City Ground, Jumat (1/5/2026).
Gol penalti Chris Wood pada menit ke-71 menjadi pembeda dalam duel sesama klub Liga Primer Inggris itu, sekaligus membuat Villa harus mengejar ketertinggalan pada pertemuan kedua pekan depan.
Kekalahan tersebut memperpanjang periode sulit Aston Villa. Sebelumnya, Villa juga kalah 0-1 dari Fulham di Liga Primer Inggris, Sabtu lalu. Dua hasil itu membuat Villa menelan kekalahan beruntun di semua kompetisi untuk ketiga kalinya musim ini.
Forest, sebaliknya, membawa modal tipis menuju leg kedua setelah memenangkan pertandingan ketat yang diwarnai perdebatan keputusan video assistant referee.
Sumber kemarahan Emery bukan penalti yang diberikan kepada Forest. Pelatih asal Spanyol itu menerima keputusan wasit yang menghukum Lucas Digne karena bola mengenai tangannya di kotak penalti.
Digne mengangkat lengan ketika mencoba menghalau umpan Omari Hutchinson. Setelah pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih. Wood lalu mengeksekusi penalti dengan tenang untuk membawa Forest unggul.
Namun, Emery tidak dapat menerima keputusan VAR pada insiden babak pertama yang melibatkan gelandang Forest Elliot Anderson dan penyerang Villa Ollie Watkins.
Anderson terlihat lebih dulu menyentuh bola, tetapi kakinya kemudian bergulir melewati bola dan mengenai pergelangan kaki Watkins. Bagi Emery, tekel itu berbahaya dan layak diganjar kartu merah.
“Wasit fantastis, fantastis. Tapi VAR sangat, sangat buruk,” kata Emery kepada TNT Sports setelah pertandingan. “Itu jelas kartu merah. Saya tidak mengerti mengapa VAR tidak memanggil wasit karena itu sangat jelas. Itu kesalahan yang sangat besar. VAR bertanggung jawab.”
Emery berkali-kali menegaskan bahwa kritiknya tidak diarahkan kepada wasit utama. Ia justru memuji cara wasit memimpin pertandingan selama 90 menit.
Menurut dia, pengadil lapangan telah menjalankan tugas dengan baik. Persoalan utama, kata Emery, ada pada tim VAR yang tidak meminta wasit meninjau ulang insiden Anderson.
Pelatih Villa, Unai Emery, sangat marah setelah putusan VAR. (The Sun)
“Wasit melakukan pekerjaan fantastis, 10 dari 10. Saya menghargai bagaimana dia mengelola pertandingan selama 90 menit,” ujar Emery.
“Saya menontonnya kembali. Wow. Sangat besar. Dia bisa mematahkan pergelangan kaki Watkins. VAR, di mana kalian? Ini tanggung jawab kalian. Kami profesional. Itu sangat jelas bagi semua orang. Ini tidak adil.”
Insiden tersebut menjadi pusat pembicaraan setelah pertandingan. Villa merasa dirugikan karena Forest tetap bermain dengan 11 pemain.
Padahal, kartu merah pada babak pertama dapat mengubah arah pertandingan. Forest akhirnya mendapatkan penalti pada paruh kedua dan mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Meski kecewa dengan keputusan VAR, Emery menilai Villa tidak bermain buruk. Ia mengatakan timnya mampu menjalankan sebagian besar rencana permainan. Villa, menurut dia, berhasil mengontrol banyak aspek pertandingan, menciptakan peluang, dan menahan tekanan tinggi Forest.
“Kami tidak bisa mencetak gol, kami kebobolan, tapi kami mengontrol banyak hal,” kata Emery. “Kami kalah, tapi kami memainkan pertandingan seperti yang kami rencanakan. Kami punya peluang untuk mencetak gol dan memiliki momentum.”
Emery juga menyoroti keberhasilan Villa mematikan tekanan tinggi Nottingham Forest. Menurut dia, organisasi tanpa bola para pemain Villa cukup baik. Mereka mampu bertahan rapi dan membuat pertandingan berjalan sesuai skenario, sebelum satu insiden penalti mengubah hasil akhir.
“Kami berhasil menghentikan high press mereka. Pertandingan berjalan seperti yang kami rencanakan. Kami bertahan dengan baik,” ujar Emery.
“Penalti itu satu aksi yang terjadi. Saya belum melihat aksinya atau berbicara dengan Digne. Pada Jumat, kami akan membicarakan semuanya. Setelah analisis, kami bisa mengambil sesuatu yang jelas dari pertandingan ini.”
Setelah tertinggal, Villa berusaha mencari gol penyama. Namun, Emery mengatakan timnya juga harus berhati-hati agar tidak kebobolan gol kedua. Dalam sistem dua leg, menjaga selisih satu gol dinilai masih memberi peluang hidup pada pertandingan berikutnya.
“Setelah gol itu, kami tetap dengan ide yang sama untuk menyamakan kedudukan. Tapi yang lebih penting adalah tidak kebobolan lagi,” kata Emery. “Pertandingan belum selesai. Ini berlanjut pekan depan. Kami harus bangkit.”
Villa kini wajib mencetak setidaknya satu gol pada leg kedua untuk menjaga peluang lolos ke final Liga Europa. Kekalahan di City Ground juga mencoreng catatan pribadi Emery di semifinal kompetisi ini.
Ini merupakan kekalahan pertama Emery dalam satu leg semifinal Liga Europa sejak Mei 2014, ketika Sevilla kalah 1-3 dari Valencia.
Sejak kekalahan itu hingga laga melawan Forest, Emery mencatat delapan pertandingan semifinal Liga Europa tanpa kalah. Rinciannya, enam kemenangan dan dua hasil imbang. Rekor tersebut kini terhenti di tangan Forest.
Bagi Villa, hasil ini juga menjadi kekalahan kedua mereka di Liga Europa musim ini. Satu-satunya kekalahan sebelumnya terjadi saat mereka tumbang 1-2 di kandang Go Ahead Eagles pada matchday ketiga fase liga.
Emery kini harus memulihkan mental timnya, memperbaiki penyelesaian akhir, dan menyiapkan respons di Villa Park.
Forest memang hanya unggul satu gol. Namun, dalam laga semifinal Eropa, satu gol dapat menjadi jarak yang menentukan. Villa masih hidup, tetapi tekanan kini berada di pundak mereka. (*)
PENALTI VAR - Wasit Joao Pinheiro menunjuk titik putih setelah pemeriksaan VAR dalam laga Nott Forest vs Aston Villa pada Leg 1 pertandingan semifinal Europa League, Jumat (1/5/2026). (The Sun/Getty)








