Breaking News
Mahasiswa

Unhas Sebut Hoax, Bantah Isu DO Mahasiswa yang Kritik Program Makan Bergizi Gratis

BERITA HOAX - Humas Unhas membantah info yang beredar soal mahasiswa kena DO karena demo MBG sebagai Berita Hoax. (Ilustrasi ChatGPT)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan tegas membantah kabar yang menyebut 28 mahasiswanya dijatuhi sanksi drop out karena mengkritik program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Kepala Bidang Humas Unhas Ishaq Rahman menyatakan tidak ada sanksi drop out (DO) maupun skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan MBG di Rektorat Unhas, Kamis (11/6/2026).

Menurut Ishaq, narasi yang beredar telah memutarbalikkan fakta dan membangun kesan seolah kampus menghukum mahasiswa karena menyampaikan kritik.

“Secara faktual, tidak ada sanksi drop out atau skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan MBG,” demikian keterangan Humas Unhas di situs resmi unhas.ac.id.

Isu itu bermula setelah mahasiswa menggelar aksi di lingkungan rektorat. Unhas menyebut aksi tersebut berlangsung damai, meski sempat disertai kerusakan kecil pada fasilitas kampus.



Kepala Bidang Humas Unhas Ishaq Rahman. (Dok Unhas TV)


Kerusakan itu disebut masih dalam batas yang dapat ditoleransi. Pihak kampus, melalui Kepala Bidang Humas, menerima perwakilan mahasiswa dan memberikan penjelasan atas sejumlah kritik serta pertanyaan publik.

Setelah aksi berlangsung, sejumlah akun media sosial mulai menyebarkan kabar bahwa 28 mahasiswa mendapat sanksi drop out.

Sebagian narasi lain menyebut ada ancaman skorsing terhadap mahasiswa. Tim Humas Unhas menyatakan beberapa akun media sosial aktif menyirkulasikan informasi tersebut. Kampus menilai informasi itu tidak berdasar dan dibangun melalui praktik pemelintiran informasi.

"Unhas menegaskan kampus tidak anti-kritik. Keterlibatan Unhas dalam program MBG merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi melalui paradigma Kampus Berdampak," tegas Ishaq.

Keikutsertaan itu juga disebut berdasarkan pertimbangan akademik dan rasional. Serta menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian pada masyarakat.

Unhas menyatakan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dilakukan melalui pendekatan baru yang terbuka untuk dikritik. Kampus berharap kritik publik diarahkan untuk memperbaiki pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Mencermati perkembangan narasi di media sosial pada Sabtu (13/6/2026), Unhas meminta pihak-pihak yang menyebarkan kabar drop out dan skorsing agar menghentikan tindakannya.

Kampus menilai hoaks dan fitnah tersebut dapat merugikan reputasi Unhas sebagai institusi, sekaligus berdampak pada ribuan sivitas akademika dan pihak terkait lainnya. (*)