News

UNM Hadirkan Smart Bookless Library Berbasis HumanLib

PERPUSTAKAAN - Tim program pengabdian masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) meresmikan pelayanan Smart Bookless Library di Gowa. Foto: UNM

GOWA, UNHAS.TV - Didukung penuh pendanaan dari BIMA Kemdiktisaintek, Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi meluncurkan inovasi terbaru: Smart Bookless Library berbasis Human Digital Experience atau yang disebut HumanLib (Perpustakaan Manusia).

Peluncuran ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat pertama dari UNM. Acara berlangsung di Perpustakaan Abdurrasyid Dg Lurang, Kabupaten Gowa, 23 Oktober 2026. UNM menggandeng jejaring Perpustakawan Indonesia Timur (Pustakawan IT) sebagai mitra strategis Sebagai mitra strategis kegiatan itu.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari para pakar lintas disiplin ilmu. Guru Besar Teknologi Pendidikan FIP UNM Prof Dr Nurhikmah H SPd MSi menekankan pentingnya mengubah layanan perpustakaan biasa menjadi ekosistem digital yang lebih adaptif agar literasi masyarakat semakin kuat di era sekarang.

Smart Bookless Library adalah konsep perpustakaan modern yang menghilangkan kebutuhan akan buku cetak, rak fisik, dan gedung konvensional, dan menggantinya sepenuhnya dengan koleksi digital, e-book, e-journal, hingga interaksi berbasis teknologi

Adapun Human Digital Experience / Human Library adalah pengembangan layanan yang menghubungkan pembaca secara daring atau langsung dengan narasumber inspiratif dan praktisi sebagai sumber pengetahuan

Ketua peneliti pengabdian Fauzan Hidayatullah SIP MA menegaskan, inovasi ini bukan sekadar memindahkan buku ke layar. Fokus utamanya adalah interaksi manusia dan keberhasilan teknologi ini sangat bergantung pada manusianya. "Pemberdayaan mitra dan penguatan kemampuan pengelola lokal menjadi prioritas utama agar layanan perpustakaan digital ini bisa berkelanjutan," ujarnya.

"Filosofi Human Digital Experience ini sebagai jiwa dan tujuan utama dari program pengabdian ini," Janisa Pascawati Lande SIKom MIKom, dosen Ilmu Komunikasi UPRI Makassar, menambahkan.

Peresmian layanan perpustakaan itu juga diisi dengan demonstrasi. Panitia memperkenalkan cara mengakses koleksi digital, ruang interaksi komunitas, hingga fitur inovatif Human Library Digital yang memungkinkan pengguna bertemu ahli secara virtual.

Dengan dukungan kuat dari BIMA Kemdiktisaintek dan semangat kolaborasi, program ini diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi baru, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk mempercepat budaya literasi di masyarakat.