Sport

Vinicius Jr Selamatkan Brasil dari Kekalahan, Casemiro Ditarik Saat Imbang 1-1 Lawan Maroko



UNGGUL DULUAN - Striker Ismael Saibari memberi Maroko keunggulan 1-0 di babak pertama atas Brasil di Grup C Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)


Brasil baru hidup setelah Vinicius mengambil alih momen. Pemain Real Madrid itu menerima bola balik dari Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti. Situasi awalnya tidak tampak terlalu berbahaya karena pertahanan Maroko masih cukup rapat.

Namun Vinicius bergerak cepat ke dalam, melewati kawalan Neil El Aynaoui, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok jauh.

Kiper Maroko, Yassine Bounou, tidak mampu menjangkau bola. Gol itu mengubah skor menjadi 1-1 dan menyelamatkan Brasil dari tekanan yang lebih besar.

Menjelang akhir babak pertama, Brasil sempat mengancam lagi. Paqueta melepaskan tendangan voli akrobatik yang memaksa Bounou bekerja keras.

Meski begitu, Maroko tetap bisa merasa kurang beruntung karena gagal menutup babak pertama dengan keunggulan.

Pada babak kedua, Brasil tampil sedikit lebih stabil setelah masuknya Fabinho dan Danilo. Struktur permainan membaik, tetapi ancaman ke gawang Maroko tetap terbatas.

Igor Thiago sempat menguji Bounou pada awal babak kedua, sebelum kemudian digantikan Matheus Cunha sekitar menit ke-60.

Masuknya Cunha tidak banyak mengubah keadaan. Brasil masih kesulitan menciptakan peluang bersih. Raphinha mendapat kesempatan setelah menerima umpan dari Vinicius, tetapi tembakannya lemah dan mengarah tepat ke kiper.

Pada masa tambahan waktu, Danilo Santos juga memperoleh peluang, namun penyelesaiannya kembali mudah diamankan Bounou.

Maroko tidak hanya bertahan. Pada akhir laga, El Aynaoui hampir membawa Maroko kembali unggul. Namun Alisson melakukan penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang.

Ketiadaan Neymar juga terasa dalam pertandingan ini. Pemain itu bahkan tidak cukup bugar untuk masuk daftar cadangan.

Brasil memang masih memiliki banyak opsi sayap seperti Raphinha, Vinicius, Rayan, dan Gabriel Martinelli. Namun, tanpa Neymar, kreativitas di area tengah serangan terlihat belum cukup cair.

Bagi Ancelotti, hasil ini menjadi peringatan awal. Brasil masih memiliki pemain-pemain kelas dunia, tetapi belum terlihat sebagai tim yang solid. Bagi Casemiro, laga ini bisa menjadi tanda tanya besar mengenai masa depannya di panggung tertinggi.

Sementara bagi Maroko, hasil imbang melawan Brasil menjadi bukti bahwa mereka mampu memberi tekanan serius kepada salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia. (*)