MAKASSAR, UNHAS.TV – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfiqar Ahmad Tawalla, meresmikan pelatihan bahasa dan budaya Taiwan melalui program SMK Go Global di Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (22/10/2026).
Program hasil kolaborasi Kementerian P2MI, BP3MI Sulawesi Selatan, dan Migrant Service Center Unhas ini bertujuan membekali calon pekerja migran dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya negara tujuan.
Peluncuran program berlangsung di Unhas Hotel and Convention. Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan selama 41 hari.
Mereka berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Seluruh peserta memperoleh pelatihan secara gratis yang didanai Kementerian P2MI.
Program SMK Go Global merupakan inisiatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia menghadapi peluang kerja di luar negeri. Taiwan menjadi salah satu negara tujuan yang disiapkan melalui pelatihan tersebut.
Dzulfiqar menyatakan kepercayaannya kepada Unhas sebagai mitra penyelenggara program. Menurut dia, dukungan institusi pendidikan tinggi dengan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam mempersiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Ia juga menyoroti kelengkapan fasilitas Unhas, termasuk rumah sakit, sebagai salah satu pertimbangan dalam membangun kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat proses penyiapan tenaga kerja sebelum mereka memasuki pasar kerja internasional.
Di pihak lain, Unhas menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja global.
Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Amir Ilyas, mengatakan kampus merespons kepercayaan tersebut dengan mendukung pelaksanaan pelatihan.
Unhas juga memiliki Migrant Service Center dan unit usaha Hadin Pro Menpower yang bergerak dalam penyaluran tenaga kerja migran secara legal. Keberadaan kedua unit tersebut menjadi bagian dari dukungan kampus terhadap pengembangan layanan dan akses penempatan pekerja migran.
Pelatihan bahasa dan budaya menjadi salah satu bekal penting bagi peserta sebelum bekerja di Taiwan. Kemampuan berbahasa tidak hanya membantu komunikasi di tempat kerja, tetapi juga mendukung pemahaman terhadap kebiasaan, norma, dan lingkungan sosial negara tujuan.
Melalui program ini, peserta dipersiapkan untuk mengisi sejumlah bidang pekerjaan, antara lain pertanian (agriculture), perawatan (caregiver), pekerjaan rumah tangga (domestic home), serta sektor makanan dan minuman (food and beverage).
Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan calon pekerja migran Indonesia. Selain meningkatkan keterampilan dasar, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pekerjaan luar negeri melalui persiapan yang lebih terarah.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Iffa Aisyah Rahman / Unhas TV)
Wamen P2MI Dzulfiqar Ahmad Tawalla meresmikan pelatihan bahasa dan budaya Taiwan program SMK Go Global di Hotel Unhas, Makassar, Kamis (22/10/2026). Pelatihan ini untuk membekali 35 peserta menghadapi peluang kerja internasional melalui pelatihan gratis. (Dok Humas Unhas)


-300x183.webp)



-300x169.webp)
-300x200.webp)
