News
Sulsel

Website, Peta, dan Infografis, Inovasi Digital yang Dibawa KKN Unhas untuk Desa Pattalassang




Penyerahan banner berisi infografis desa kepada Pemerintah Desa Pattalassang, oleh mahasiswa KKN Tematik Unhas, Agustus 2025. (dok kkn unhas).


Sebagai pelengkap, mahasiswa KKN juga merancang infografis desa. Infografis ini menampilkan identitas Pattalassang secara ringkas: jumlah penduduk, komposisi dusun, potensi ekonomi, hingga sarana infrastruktur.

“Infografis ini dirancang agar siapa pun, termasuk masyarakat luar, bisa memahami profil desa hanya dengan sekali lihat. Visual yang sederhana membuatnya mudah dipahami dan lebih menarik,” kata Nurul Hidayah, anggota tim KKN yang terlibat dalam penyusunan infografis.

Menurutnya, infografis bisa digunakan untuk bahan promosi desa, proposal kerja sama, hingga kebutuhan laporan pembangunan tahunan.

Kepala Desa Pattalassang, Ismail, mengapresiasi karya mahasiswa Unhas tersebut. Menurutnya, tiga inovasi ini menjawab kebutuhan desa dalam menghadapi era keterbukaan informasi.

“Kami sangat terbantu, karena sekarang desa punya sarana resmi untuk menyampaikan informasi secara cepat dan terpusat. Peta administrasi dan infografis juga sangat bermanfaat untuk memudahkan pihak luar mengenal desa kami,” ujar Ismail.

Ia menilai langkah digitalisasi ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa, sekaligus meningkatkan daya saing Pattalassang dengan desa lain di Sinjai.

“Kalau desa sudah punya data jelas dan kanal informasi terbuka, orang akan lebih percaya pada transparansi kami,” tambahnya.

Program KKN Tematik Unhas di Pattalassang bukan hanya meninggalkan karya fisik, tetapi juga mengubah cara pandang pemerintah desa terhadap teknologi informasi.

Dengan website, peta, dan infografis, desa memiliki instrumen baru untuk mempraktikkan tata kelola yang transparan, modern, dan responsif.

Koordinator Lapangan KKN, Andi Rahmat, menyebut inovasi ini bagian dari upaya mahasiswa mendorong transformasi digital hingga level desa.

“Mahasiswa bukan hanya turun membawa program, tapi juga memastikan ada warisan pengetahuan dan sistem yang bisa dipakai berkelanjutan,” katanya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Desa Pattalassang menegaskan kesiapannya menuju desa digital. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara kampus dan desa mampu menghasilkan terobosan nyata, bukan hanya seremonial.

“Ini baru awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana desa bisa mengelola dan mengembangkan inovasi ini agar terus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Faruq menutup. (*)