MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin menggelar wisuda periode Mei 2026 di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (7/5/2026).
Sebanyak 982 wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan sebagai alumni baru universitas tersebut.
Wisuda ini menjadi momentum bagi Unhas untuk menegaskan kembali peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh di tengah perubahan global.
Dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menekankan pentingnya ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan inovasi sebagai bekal utama para lulusan.
Prof Jamaluddin mengatakan dunia saat ini tidak sedang berada dalam keadaan stabil. Menurut dia, masyarakat global menghadapi berbagai ancaman yang saling terhubung, mulai dari krisis iklim, kerentanan pangan, fluktuasi finansial global, disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, hingga ketidakpastian geopolitik.
“Dunia saat ini tidak sedang beroperasi dalam keadaan stabil. Kita berada di tengah apa yang oleh Ulrich Beck disebut sebagai risk society,” kata Prof JJ --sapaan akrab rektor Unhas di hadapan para wisudawan.
Ia menjelaskan, ancaman peradaban hari ini tidak lagi semata-mata datang dari alam. Banyak risiko justru lahir dari sistem yang dibangun manusia sendiri. Karena itu, ia meminta lulusan Unhas tidak merasa aman hanya karena berada jauh dari pusat krisis dunia.
“Ancaman ini bersifat sistemik dan tidak mengenal batas wilayah. Jangan pernah merasa bahwa Indonesia aman-aman saja dalam artian kita harus berdiam diri. Kita harus selalu siap,” ujar guru besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini.
Menurut Prof JJ, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk membangun daya tahan bangsa. Pendidikan tinggi, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori di ruang kelas.
Universitas harus melahirkan manusia yang mampu membaca perubahan, menghadirkan solusi, dan memperkuat kemandirian bangsa.
Dalam kesempatan itu, mantan Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas ini juga memaparkan sejumlah capaian Universitas Hasanuddin.
Ia menyebut Unhas berhasil mempertahankan prestasi sebagai juara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS selama dua tahun berturut-turut. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya daya saing akademik dan kreativitas mahasiswa Unhas.
Selain itu, Unhas juga mencatat sejarah baru dalam pemeringkatan internasional. Jamaluddin mengatakan, pada 2025 Unhas berhasil masuk jajaran 950 besar dunia sebagai bagian dari penguatan menuju universitas berkelas dunia.
“Setelah begitu lama kita berusaha, akhirnya 2025 Unhas berhasil masuk menjadi 950 besar dunia untuk world class university. Ini tidak mudah. Tidak banyak universitas yang bisa masuk seribu besar,” kata dia.
Ia menilai pencapaian tersebut membuat Unhas semakin dikenal dalam peta pendidikan tinggi global. Namun, Jamaluddin menegaskan pengakuan internasional bukan tujuan akhir. Menurut dia, reputasi global harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata universitas bagi masyarakat.
Unhas, kata Jamaluddin, terus mendorong inovasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan bangsa. Di bidang ketahanan pangan, kampus mengembangkan ayam lokal unggulan yang dikenal sebagai Ayam Alope.
Selain itu, Unhas juga mengembangkan varietas Jagung Jago Unhas sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.
Jamaluddin mengatakan inovasi kampus tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, penghargaan, atau peringkat internasional. Riset dan pengetahuan harus turun menjadi solusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia berpesan kepada para wisudawan agar tidak cepat puas dengan gelar akademik yang telah diraih. Para lulusan diminta terus mengevaluasi diri, memperkuat kompetensi, dan menjaga daya juang dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Menurut dia, dunia kerja dan kehidupan sosial ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, alumni Unhas harus mampu menjadi pribadi yang adaptif, terbuka terhadap perubahan, serta tidak mudah menyerah ketika berhadapan dengan tekanan.
Melalui wisuda periode Mei 2026 ini, Universitas Hasanuddin berharap para lulusan dapat menjadi generasi unggul yang tidak hanya berorientasi pada karier pribadi.
Mereka juga diharapkan mampu memberi kontribusi bagi masyarakat, memperkuat ketahanan bangsa, dan mengambil peran dalam menjawab tantangan global.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc saat memberikan sambutan dalam Wisuda Unhas Periode Mei 2026. (Dok Unhas TV)








