Sport

Yamal Buyarkan Kemenangan Newcastle di Ujung Laga, Duel ke Camp Nou Masih Terbuka

BUYAR - Gol penalti striker Barcelona, Lamine Yamal membuat kemenangan Newcastle United di depan mata jadi buyar seketika, Rabu (11/3/2026). (the sun/getty)

NEWCASTLE, UNHAS.TV — Newcastle United nyaris menutup malam Eropa dengan kisah kepahlawanan. Di hadapan publik sendiri, tim asuhan Eddie Howe sempat berdiri di ambang kemenangan penting atas Barcelona pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Namun semuanya buyar pada detik-detik terakhir, ketika Lamine Yamal menyamakan skor lewat titik penalti dan memaksa laga berakhir imbang.

Hasil itu terasa seperti kekalahan bagi tuan rumah. Newcastle tampil disiplin, agresif, dan lebih layak menang dalam pertandingan yang berlangsung keras, emosional, dan penuh tekanan.

Mereka mampu meredam sebagian besar ancaman Barcelona, memaksa tim tamu bermain tidak nyaman, bahkan membuat pelatih Barca Hansi Flick beberapa kali kehilangan kendali di tepi lapangan.

Gol penyeimbang Yamal lahir dari situasi yang akan lama diperdebatkan. Penalti diberikan setelah Malick Thiaw dianggap melanggar Dani Olmo, yang masuk sebagai pemain pengganti.

Kejadian itu berlangsung ketika waktu tambahan seharusnya sudah hampir habis. Newcastle yang sudah menggenggam kemenangan pun harus menerima kenyataan pahit. Keunggulan lenyap pada tendangan terakhir pertandingan.

Padahal, sepanjang laga, Newcastle tampil jauh dari bayangan tim yang akan dihajar. Kekhawatiran sebagian suporter bahwa Barcelona akan menjadikan leg kedua tak relevan justru berbalik menjadi semangat.

Tim Howe bukan saja bertahan dengan baik, melainkan juga berani menekan, merebut kembali bola dengan cepat, dan menolak membiarkan Barcelona menguasai ritme permainan.

Nama Eddie Howe Disanjung

Sejak awal, atmosfer St James’ Park menyala. Dukungan suporter terdengar penuh, dan kali ini bukan hanya untuk tim. Nama Eddie Howe ikut dinyanyikan.

Itu menjadi penegasan bahwa, terlepas dari kritik yang sempat muncul akibat performa yang menurun dalam beberapa pekan terakhir, sang manajer masih mendapat panggung kepercayaan pada malam sebesar ini.



Statistik pertandingan Newcastle United vs Barcelona. (the sun)


Newcastle merespons dukungan itu dengan intensitas tinggi. William Osula, yang mendapat kesempatan tampil sejak awal karena Anthony Gordon belum fit akibat sakit, bekerja tanpa lelah di lini depan.

Ia memang gagal mencetak gol, tetapi mobilitas dan tekanannya membantu mengganggu garis belakang Barcelona. Di sisi lain, Harvey Barnes dan Anthony Elanga menjadi sumber ancaman utama lewat kecepatan dan kekuatan mereka.

Barcelona beberapa kali tampak goyah. Kiper Joan Garcia sempat terlihat kurang meyakinkan saat mengamankan sundulan Sandro Tonali dan tembakan Elanga. Osula juga memiliki peluang, demikian pula Elanga yang memaksa Garcia melakukan penyelamatan.

Newcastle berkali-kali menciptakan situasi berbahaya, tetapi tidak mampu mengubah dominasi itu menjadi gol pada babak pertama.

Di lini belakang, Newcastle justru tampil lebih kokoh daripada yang dikhawatirkan. Dengan catatan kebobolan kandang yang buruk musim ini, kecemasan terhadap pertahanan mereka bukan tanpa dasar.

Namun malam itu, mereka sanggup membatasi ruang Lamine Yamal di sisi sayap dan membuat Robert Lewandowski, yang bergerak dengan masker pelindung, tampak jauh dari sosok penyerang mematikan.

Barcelona bahkan baru benar-benar menciptakan peluang matang pada menit ke-66 ketika Raphinha mengirim umpan kepada Lewandowski, tetapi penyelesaiannya melebar.

Howe lalu mengubah permainan lewat tiga pergantian sekaligus. Gordon, Jacob Murphy, dan Tino Livramento masuk untuk menjaga intensitas.

Perubahan itu memberi energi baru. Murphy sempat melepaskan tembakan melambung dan kemudian mengirim peluang terbaik bagi Barnes. Namun, tendangan Barnes hanya membentur tiang, ketika Joan Garcia sudah tak berdaya.

Tekanan Newcastle akhirnya berbuah. Murphy memainkan kombinasi dengan Jacob Ramsey sebelum melepaskan umpan silang matang ke depan gawang. Barnes menyambarnya menjadi gol. Stadion meledak. Pada momen itu, Newcastle tampak telah menemukan malam besar yang selama ini mereka cari.

Tetapi sepak bola Eropa kerap menyisakan kekejaman di ujung waktu. Ketika kemenangan tinggal dihitung dalam hitungan detik, penalti untuk Barcelona datang. Yamal maju sebagai eksekutor dan menuntaskannya dengan tenang. Skor menjadi imbang.

Hasil itu membuat tugas Newcastle pada leg kedua di Camp Nou pekan depan menjadi jauh lebih berat. Kemenangan yang seharusnya menjadi bekal berharga berubah menjadi hasil seri yang rapuh.

Namun, meski diliputi kekecewaan, Newcastle setidaknya menunjukkan bahwa mereka belum selesai. Mereka masih ada dalam pertarungan—dan itu, setelah malam yang nyaris sempurna, menjadi satu-satunya penghiburan. (*)