LONDON, UNHAS.TV - Tahun menuju Piala Dunia 2026 dimulai dengan situasi tak lazim bagi tim nasional (Timnas) sepak bola Inggris.
Satu kesebelasan penuh skuad Inggris kini memasuki enam bulan terakhir masa kontrak mereka dan, mulai hari ini, 1 Januari 2026, berhak melakukan negosiasi bebas dengan klub-klub luar negeri untuk kepindahan gratis pada musim panas mendatang.
Tak pelak, kondisi tersebut berpotensi mengguncang peta transfer Eropa, sekaligus memengaruhi persiapan tim nasional Inggris di World Cup 2026.
Nama paling menonjol dalam daftar tersebut adalah bek tengah Marc Guéhi. Pemain Crystal Palace itu digadang-gadang menjadi starter di era pelatih anyar Inggris, Thomas Tuchel, termasuk pada laga uji coba melawan Kroasia di Dallas, 17 Juni mendatang.
Dengan usia yang masih 25 tahun dan performa stabil, Guéhi kini memegang kendali penuh atas masa depannya untuk mendapatkan klub baru.
Pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu, Guéhi sempat nyaris bergabung dengan Liverpool FC. Ia bahkan sudah menjalani tes medis dan berfoto mengenakan perlengkapan latihan klub Merseyside tersebut.
Namun, kesepakatan dibatalkan setelah ketua Palace Steve Parish, atas masukan manajer Oliver Glasner. Guehi pun menarik diri.
Palace masih bisa menjual Guéhi pada bursa musim dingin, tetapi diperkirakan akan kehilangan potensi pendapatan setidaknya £15 juta dari valuasi £50 juta sebelumnya.
Kini, Guéhi juga bisa menunggu hingga kontraknya habis dan membuka pintu bagi klub-klub elite Eropa seperti Bayern Munich.
Jika Guéhi menjadi simbol generasi baru, sebagian pendukung Manchester City menilai nama terbesar dalam daftar ini justru John Stones.
Mantan pemain Everton itu telah memenangi enam gelar Liga Primer sejak bergabung ke Etihad Stadium dan terikat kontrak bernilai sekitar £250 ribu per pekan sejak 2021.
Namun, riwayat cedera Stones dalam beberapa musim terakhir berpotensi membuat negosiasi kontrak baru berjalan alot dan membuka kemungkinan perpisahan.
Jadon Sancho Ingin Balik ke Dortmund
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Jadon Sancho. Pernah disebut sebagai masa depan Inggris, Sancho kini tersisih dari rencana Manchester United dan hanya berstatus pemain pinjaman di Aston Villa.
Perannya di Villa Park terbatas, dan peluang kontrak permanen disebut kecil. Dengan kontrak yang segera habis, Sancho mulai mempertimbangkan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan kembali ke Bundesliga bersama Borussia Dortmund.
Di sektor penjaga gawang, Nick Pope juga memasuki fase krusial. Kiper Newcastle United itu menandatangani kontrak empat tahun setelah meninggalkan Burnley pada 2022 dan masih berharap masuk skuad Inggris untuk turnamen besar berikutnya.
Daftar pemain bertahan Inggris yang kontraknya hampir habis juga mencakup Harry Maguire dari Manchester United, kapten Brighton & Hove Albion Lewis Dunk, serta Michael Keane dari Everton FC. Ketiganya pernah tampil di turnamen besar bersama tim nasional.
Selain itu, bek Kieran Trippier dari Newcastle, pencetak gol pembuka Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 melawan Kroasia, juga berada dalam situasi serupa.
Nama lainnya adalah gelandang Ross Barkley (Aston Villa) dan penyerang Danny Welbeck (Brighton), yang mencetak 16 gol untuk Inggris antara 2011–2018, turut masuk daftar.
Mantan penyerang timnas Callum Wilson dari West Ham United melengkapi satu kesebelasan penuh pemain Inggris yang kontraknya segera berakhir.
Fenomena ini tidak terbatas pada pemain Inggris. Sekitar 40 pemain senior Liga Primer lainnya juga memasuki enam bulan terakhir kontrak.
Mereka adalah bek Liverpool Andy Robertson, gelandang City Bernardo Silva, hingga veteran Casemiro di Manchester United, yang disebut terbuka bernegosiasi dengan klub Arab Saudi atau Amerika Selatan.
Bagi klub, situasi ini menandai perlombaan waktu antara mempertahankan aset atau kehilangan mereka tanpa kompensasi.
Bagi pemain, ini adalah momentum menentukan arah karier di tahun Piala Dunia—ketika stabilitas klub dan menit bermain bisa menjadi pembeda antara sekadar kandidat dan peserta turnamen terbesar sepak bola dunia. (*)
John Stone (kiri) dan Marc Guehi, dua pemain yang membela Skuad Timnas Inggris di masa akhir kontrak bersama klubnya. (screenshot the sun)








