MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan meresmikan rehabilitasi 136 unit sekolah jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di seluruh wilayah Sulsel.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Selasa (20/1/2026). Program ini disebut sebagai rehabilitasi sarana pendidikan terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah pemerintahan provinsi tersebut.
Peresmian dipusatkan di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Makassar, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga meresmikan Aula Sipakatau yang berada di lingkungan sekolah tersebut. Acara dihadiri jajaran pemerintah provinsi, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta perwakilan masyarakat.
Program rehabilitasi ini mencakup perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, termasuk ruang kelas, laboratorium, ruang praktik, serta fasilitas penunjang lainnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp484 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2025.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bahwa rehabilitasi 136 sekolah ini merupakan langkah strategis untuk memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
“Bismillah, hari ini kita meresmikan rehabilitasi seratus tiga puluh enam unit sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Selatan. Ini adalah program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan terbanyak yang pernah kita lakukan,” kata Andi Sudirman dalam sambutannya.
Menurut dia, kualitas sarana dan prasarana pendidikan memiliki peran penting dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif.
Ia berharap program ini dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.
Andi Sudirman menambahkan, pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan pendekatan penyisiran sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan paling parah.
Pemerintah provinsi, kata Sudirman, memprioritaskan sekolah yang kondisinya dinilai membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Sekolah-sekolah yang rusak parah dan sedang kita benahi agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan lebih baik,” ujarnya.
Program rehabilitasi ini juga sejalan dengan kebijakan nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan dapat berjalan beriringan dengan penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Pemprov Sulsel berharap tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih representatif dapat mendorong peningkatan prestasi siswa, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta meningkatkan kenyamanan dan kinerja tenaga pendidik di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat meresmikan rehabilitasi 136 sekolah dari SLB hingga SMK di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Makassar, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (20/1/2026). (pemprov sulsel)




-300x169.webp)



