Karier
Pendidikan

41 Tahun Mengabdi di FK Unhas, Prof Nurpudji Astuti Tekankan Integritas dan Kejujuran Ilmiah

Guru Besar FK Unhas Prof Dr dr Nurpudji Astuti Daud MPH SpGz. (Unhas TV / Khaeril Alam Syam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Prof Dr dr Nurpudji Astuti Daud MPH SpGz Subs PK FRSPH AIFO-K, menjalani purnabakti setelah 41 tahun mengabdi di dunia kedokteran.

Momentum tersebut ditandai dengan pidato purnabakti yang digelar di Aula Prof A Amiruddin FK Unhas, Rabu,(28/10/2026)

Pidato purnabakti tersebut dibuka oleh Dekan FK Unhas, Prof Dr dr Haerani Rasyid MKes SpPD-KGH SpGK FINASIM.

Kegiatan ini menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Prof. Nurpudji dalam bidang kedokteran, pendidikan, dan penelitian.

Bagi Prof Nurpudji, purnabakti bukan sekadar akhir dari perjalanan karier, melainkan kesempatan untuk mengenang berbagai pengalaman, tantangan, dan pencapaian selama lebih dari empat dekade.

Ia memandang Universitas Hasanuddin, khususnya FK Unhas, bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga sebagai rumah tempat dirinya bertumbuh dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Prof Nurpudji menekankan bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang, niat yang kuat, visi yang jelas, serta kerja sama.

Hal tersebut juga berlaku dalam penelitian yang memerlukan berbagai tahapan pengujian, dukungan pendanaan, hingga penerapan hasil agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jadi, suka-duka ini ya, kalau kita lihat, perjalanan itu panjang sekali. Tidak bisa langsung instan seperti itu. Jadi, mulai dari awal itu tertatih-tatih. Kita memang harus punya niat, punya visi apa yang akan kita capai. Dan dari situlah baru kita bisa berhasil,” ungkap Prof. Nurpudji.

Ia menjelaskan, proses penelitian tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil ilmiah, tetapi juga pada bagaimana hasil tersebut dapat diimplementasikan.

Selain itu, penelitian menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena dapat melibatkan mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.

Menurutnya, seorang pendidik juga memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana menghasilkan generasi yang lebih baik melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan.

“Pada saat kita memilih untuk menjadi seorang pendidik, maka kita sudah harus memberikan apa yang akan kita capai ke depan. Salah satunya, kita mendidik agar menghasilkan anak-anak yang jauh lebih bagus. Dan itu artinya, sebagai pendidik, tidak pernah berhenti belajar. Tidak boleh berhenti belajar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Nurpudji menegaskan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan akademisi. Ia menilai, keselarasan antara perkataan dan tindakan serta kejujuran ilmiah merupakan prinsip yang harus dijaga dalam setiap proses pendidikan maupun penelitian.

“Dan integritas itu sangat penting. Di mana pun kita berada, selalu kita mulai dengan niat yang baik. Dan yang paling penting adalah kejujuran ilmiah,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan dan kontribusinya, Prof Nurpudji juga menerima apresiasi dari Majelis Dewan Guru Besar Unhas yang disampaikan oleh Prof Dr Aswanto SH MSi DFM.

Purnabakti ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian formal Prof. Nurpudji di FK Unhas sekaligus refleksi atas kontribusinya dalam dunia kedokteran, pendidikan, dan penelitian.

Pengabdian selama 41 tahun tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik yang meninggalkan nilai penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan generasi penerus.

(Andrea Ririn Karina / Khaeril Alam Syam / Unhas TV)