Nasional

70 Siswa SMA 2 Kudus Keracunan Menu MBG

KERACUNAN - Mobil ambulance membawa siswa SMA 2 Kudus yang keracunan menu MBG.

KUDUS, UNHAS.TV - Mobil ambulance yang dikawal polisi bermotor dikerahkan untuk mengangkut puluhan pelajar SMA 2 Kudus, Jawa Tengah yang diduga mengalami keracunan massal akibat memakan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1/2026).

Para iswa dibawa ke sejumlah rumah sakit. Sebanyak 22 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus, 17 siswa di Rumah Sakit Satkes, 10 siswa di RS Mardirahayu, 10 siswa di RSI, serta 11 siswa di RS Kumala Siwi.

Mereka umumnya mengalami gejala kesehatan seperti mual, muntah, pusing, diare, hingga sesak napas setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dr Mustiko Wibowo, membenarkan adanya dugaan keracunan makanan dari program MBG. Beberapa siswa melaporkan menu yang dikonsumsi terasa "janggal", dengan komposisi nasi putih, ayam, tempe, cambah, dan kuah soto.

Gejala mulai muncul sejak malam atau pagi hari setelah konsumsi, sehingga diduga kuat berhubungan dengan makanan tersebut. Tim Dinas Kesehatan bersama pihak terkait sedang melakukan investigasi mendalam, termasuk pengambilan sampel makanan, feses, dan komponen lainnya untuk menentukan penyebab pasti.

Bupati Kudus memerintahkan penghentian sementara distribusi menu MBG di sekolah tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah daerah juga memberikan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak dan keluarganya.

Bupati Kudus menjami semua pelayanan kesehatan yang diduga keracunan akan ditanggulangi melalui BPJS karena Kabupaten Kudus sudah menggunakan Universal Health Voverage (UHC) 99,5 persen. "Seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Kepada yang belum memiliki BPJS, akan langsung diaktifkan pada hari ini," katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk mendukung gizi siswa. Namun kejadian ini menjadi perhatian serius terkait pengawasan kualitas dan keamanan pangan di dapur penyedia (SPPG).

Hingga berita ini diturunkan, kondisi mayoritas siswa dalam pengawasan medis. Pihak sekolah dan dinas terkait terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada korban tambahan.(*)