Budaya
Nasional

90 Peserta Bertarung Hafalan Juz Amma Cabang Hifzh Al-Quran di MTQ KORPRI Nasional 2026

Ketua Majelis Dewan Hakim Cabang Hifzh Al-Quran Gol Juz 30, KH Syam Amir Yunus bersama anggota lainnya usai menilai 90 peserta Hifzh Al-Quran pada MTQ KORPRI Nasional 2026. (Unhas TV / Moh Resha Maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kemampuan menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu aspek yang diuji dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Pada cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Juz 30 (Juz ‘Amma), peserta dari berbagai daerah dan instansi menunjukkan kemampuan hafalan, ketepatan bacaan, serta kefasihan dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Juz 30 berlangsung di Aula Makassar Government Center (MGC), Kota Makassar, Selasa (25/8/2026).

Ketua Majelis Dewan Hakim Cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Juz 30, KH Syam Amir Yunus, menjelaskan bahwa pelaksanaan hari pertama telah berlangsung dengan menampilkan puluhan peserta dalam dua sesi perlombaan.

“Untuk cabang atau golongan Juz 30 hari ini alhamdulillah telah tampil dua sesi dengan jumlah peserta yang tampil sampai 30 peserta,” ujar Syam.

Dalam cabang Hifzh Al-Qur’an, penilaian peserta dilakukan berdasarkan tiga indikator utama yang menjadi standar dewan hakim. Ketiga aspek tersebut meliputi kemampuan tahfiz atau kelancaran hafalan, ketepatan penerapan tajwid, serta fasahah atau kefasihan dalam membaca Al-Qur’an.

“Untuk penilaian ada tiga kategori, untuk tahfiz atau kelancaran hafalannya, kemudian yang kedua tajwid, kemudian yang ketiga fasahah,” jelasnya.

Menurut Syam, proses penyisihan cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Juz 30 berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta mencapai sekitar 90 orang.



Ketua Majelis Dewan Hakim Cabang Hifzh Al-Quran Gol Juz 30, KH Syam Amir Yunus. (Unhas TV / Moh Resha Maharam)


Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan membawa perwakilan masing-masing provinsi maupun sejumlah kementerian.

“Iya, jadi penyisihan akan berlangsung selama tiga hari dan insya Allah akan menampilkan kurang lebih 89 atau 90 peserta kurang lebih. Mereka mewakili provinsi, kemudian juga mewakili beberapa kementerian yang ada,” katanya.

Pelaksanaan cabang Hifzh Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kemampuan peserta dalam menghafal dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari tujuan utama MTQ KORPRI dalam memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan bagi anggota KORPRI.

Syam menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan musabaqah diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan dari musabaqah ini adalah dalam rangka meningkatkan iman dan takwa, khususnya pada lingkungan KORPRI," ujarnya.

"Sehingga nilai-nilai Al-Qur’an ini setelah musabaqah, bukan hanya membaca Al-Qur’an, bacaannya pasti akan lebih bagus, hafalannya akan lebih bertambah, tapi juga yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an Al-Karim ini bisa dilakukan di tengah masyarakat kita,” jelas Syam.

MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 menjadi wadah pertemuan anggota KORPRI dari berbagai daerah melalui sejumlah cabang musabaqah.

Salah satunya melalui cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Juz 30 yang menguji kemampuan hafalan, bacaan, dan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Al-Qur’an selama rangkaian kompetisi berlangsung.

(Kautsar Ardiansyah R / Muh Resha Maharam / Unhas TV)